Historiography dalam Sejarah

BAB 6

HISTORIOGRAPHY DALAM SEJARAH

Materi Pokok Pembelajaran

Materi yang dipelajari pada Bab 6 tentang Historiografi dalam Sejarah, yaitu sebagai berikut.

1. Historiografl tradisional.
2. Historiografl kolonial.
3. Historiografl modern.

B. lndlkator Pembelajaran

1. Menyajikan ciri-ciri historiogréti.
2. Mendeskripsikan ciri ciri historiography
3. Menyajikan hasil kajian ciri-ciri historiografi dalam bentuk tulisan.
4. Memberikan contoh karya historiografi.

Materi Pembelajaran
c. Historiografi tradisional adalah bersifat sejarah yang dimulai dari zaman Hindu – Budha sampai masuk berkembangnya Islam di Indonesia. Hasil tulisan masa lalu disebut naskah. Dalam historiography tradisional, terjalin erat unsur unsur sastra, karya imajinatif, mitologi, serta pandangan hidup yang dikisahkan sebagai uraian peristiwa pada masa lampau.

Naskah Histogriography tradisional memiliki karakteristik sebagai berikut ;

a. Historiografi tradisional ditulis bersifat istana keraton sentris, artinya karya historiografi tradisional yang didalamnya banyak mengungkapkan sekitar kehidupan keluarga istana dan ironisnya rakyat jelata mendapat tempat di dalamnya, dengan alasan rakyat jelata dianggap historis.

b. Historioafi tradisional ditulis bersifat religiomagis, artinya dalam istoriografi tradisional, seorang raja ditulis sebagai manusia yang memiliki kelebihan secara batiniah, dianggap memiliki kekuatang gaib. Tujuannya agar seorang raja mendapat apresiasi yang luar biasa di mata rakyatnya, sehingga rakyat takut patuh dan mau melaksanakan perintahnya.

c. Historiografi tradisional ditulis bersifat region sentrisme, artinya istoriografi tradisional ditulis lebih menonjolkan region atau wilayah kekuasaan suatu kerajaan.

d. Historiografi tradisional ditulis bersifat etnosentrisme artinya historiography tradisional diikuti dengan penekanan pada penonjolan/egoisme terhadap suku bangsa yang ada dalam wilayah kerajaan.

e. Historiografi tradisional ditulis bersifat psikopolitis sentrisme, artinya historiograpi tradisional ditulis oleh para pujangga yang sangat kental dengan muatan-muatan psikologis seorang raja sehingga dapat dijadikan alat politik oleh sang raja dalam mempertahankan kekuasaannya.

secara garis besar, Historriografi tradisional dibedakan menjadi dua jenis, yaitu historiograpi tradisional masa hindu budha dan historiograpi masa Islam.

a. historiografi Tradisional Masa Hindu – Buddha

Sejarah pada masa Hindu – Budha lebih banyak ditulis pada batu yang dikenal dengan prasasti. Muatan prasastl bertujuan agar generasi penerus dapat mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting yang terjadi dalam suatu kerajaan di bawah pemerintahan seorang raja. Karakteristik prasasti biasanya ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta. Contoh karya historiografi tradisional masa Hindu-Budha antara lain, Mahabarata, Ramayana, Pararaton, Negarakertaama dan Babad Arya Tabanan. Secara umum, historiografi pada masa Hindu-Buddha ciri-ciri sebagai berikut.

1) Karya yang dihasilkan berupa terjemahan naskah-naskah dari India
2) Historiografi tradisional bersifat reliomagis adalah aji saka dan bubuksah
3) isi karya historiograpi tradisional pada masa Hindu-Buddha bersifat istanasentris. Karya historiogra tradisional pada masa ini berusaha melegitimasi kekuasaan raja dan keinginan untuk mewariskan pengalaman kepada generasi penerusnya. selain itu, para penulis kerajaan yang lebih dikenal dengan sebutan pujangga memiliki pandangan yang berorientasi pada raja (rajasentris) dan kehidupan istana sehingga tulisan yang dihasilkanpun bersifat rajasentries dan istanasentris.

 

b. HistoriOorafi Tradisional Masa Islam ’

Penulisan peristiwa sejarah pada masa kerajaan-kerajaan Islam ditulis dalam kitab-kitab. Karakteristik penulisan tidak berbeda dari masa Hindu-Buddha, yaitu mengikuti petunjuk raja. Beragam karya sejarah pada periode
ini membuktikan tradisi serta budaya Arab berhasil memengaruhi dan mengubah model penulisan sejarah di Indonesia. Contoh karya historiografi tradisional masa Islam antara lain Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Aceh, Babad Demak, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyantl’. Secara umum, ciri-ciri historiografi tradisional pada masa Islam sebagai berikut.

1) Karya historiografi tradisiohal pada masa Islam masih mengandung unsur mitos. Sebagian besar karya historiografl pada masa ini menceritakan seseorang yang mendapat wahyu sehingga menjadikannya sebagai orang terpilih. Kisah tersebut kemudian digunakan untuk menunjukkan legitimasi seorang raja. .

2) Karya historiografl tradisional pada masa Islam sudah mengénal unsur kronologi. Unsur kronologi dapat dilihat dari cerita asal-usul raja atah latar belakang berdirinya sebuah kerajaan.

3) Historiografl tradisional pada masa Islam bersifat etnosentris. Katyakarya historiografl tradisipnal pada masa ini sebagian besar berupa babad dan hikayat yang menceritakan lingkungan etnik tertentu. Contoh karya historiografi yang bersifat etnosentris antara lain, Babad Tanah Jawi, Hikayat Aceh, Hikayat Hang Tuah, Kronik Wadjo, dan Hikayat Tanah Hitu.

Sejarawan M.C. Ricklefs menyatakan bahwa penggunaah dokumen-dbkumen. tradisional sebagai sumber sejarah memerlukan kritik. Kritik terhadap karya-karya historiografi tradisional perlu dilakukan karena historiografl tradisional memiliki beberapa kekuatan dan kelemahan. Berikut ini kekuatan dan kelemahan historiografi tradisional. .

1) Kekuatan Historiografi Tradisionél Secara umum, kekuatan historiografi tradisional adalah sebagai berikut.

a) Membicarakan peristiwa tertentu yang dianggap penting dan perlu ditanamkan dalam masyarakat.
b) Menunjukkan legitimasi raja.
c) Ménekankan pada struktur, bukan proses.
c) Menampilkan genealogi (silsilah secara runtut dan kronologls.
d) Menampilkan budaya masyarakat setempat.

2) Kelemahan Historiografi Tradisional Secara umum, historiografi tradisional memiliki kelemahan sebagai berikut.

a) Bersifat istanasentris karena lebih sering membahas kehidupan raja dan bangsawan.
b) hanya membahas aspek tertentu. Pembahasan terpusat pada kehidupan bangsawan feodal dan tidak membahas kehidupan sosial ekonomi rakyat.
C) memiliki_subjektivitas tinggi karena penulis hanya mencatat peristiwa panting di kerajaan atas permintaan §ang raja.
D) dalam historiografl tradisional . tIdak ada teori yang melandasi penulisannya atau bisa dikatakan tidak terdapat metodologi yang data yang di gunakan mengandung unsur mitos dan realiatis yang bercampur
E) Sumber~sumber datanya sulit ditelusuri kembali , bahkan terkadang mustahil dlbuktikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
Buka Chat
Perlu Penjelasan?
Hallo Siswa/i SMAN 1 Sinaboi?
Apa yg bisa kami Bantu ?