01

BAB I
MANUSIA DAN SEJARAH

1. Kehidupan Manusia dalam Ruang dan Waktu

Sejarah merupakan kejadian-kejadian yang dialami oleh manusia. Kejadian ini, tentunya terjadi dalam ruang dan waktu. Tetapi, tidak semua kejadian dapat disebut sebagai peristiwa sejarah. Untuk dapat memahami mengenai konsep ruang dan waktu dalam sejarah, simaklah uraian materi berikut ini!

a. Konsep Ruang dan Waktu

Cobalah ingat kembali saat kamu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)! Masih ingatkah kamu bagaimana keadaan sekolahmu saat itu? Bagaimana ruangan kelas yang kamu gunakan untuk belajar, lapangan yang digunakan untuk upacara bendera, maupun kantin yang digunakan untuk membeli makanan. Hal tersebutlah yang disebut dengan konsep ruang. Konsep ruang dalam sejarah berkaitan dengan konsep geografis atau tempat terjadinya peristiwa. Sejarah berdasarkan konsep ruang diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Sejarah lokal merupakan sebuah peristiwa sejarah yang terjadi dalam lingkup geografis terbatas dan tidak menimbulkan pengaruh besar bagi daerah-daérah lainnya.
2. Sejarah nasional merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada daerah yang lebih luas dari sejarah lokal serta dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan dalam sebuah negara.
3. Sejarah dunia merupakan suatu peristiwa sejarah yang terjadi dalam skala global dan berpengaruh besar pada perkembangan dunia internasional.

Sementara itu, konsep waktu berhubungan dengan kapan peristiwa tersebut terjadi. Tahun berapa kamu duduk di bangku Sekolah Dasar? Delapan atau tujuh tahun yang lalu mungkin kamu masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Itulah yang disebut dengan konsep waktu.
Contoh lain peristiwa sejarah yaitu mengenai peristiwa penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia berikut ini.
“Pada tanggal 16 Agustus 1945 (malam hari), Laksamana Maeda mengantar Soekarno dan Moh. Hatta ke kediaman Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, tetapi ia tidak mau menerima kedua tokoh tersebut. Kemudian, mereka menemui Nishimura (Kepala Departemen Urusan Umum Pemerintahan) dan ia memberikan kabar bahwa Tokyo tidak mengizinkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia karena status quo Jepang . saat itu. Soekarno dan Moh. Hatta tidak menghiraukannya dan langsung bergegas ke rumah Laksamana Maeda untuk melakukan rapat penyiapan teks Proklamasi. Beberapa tokoh lain yang menghadiri rapat tersebut yaitu Achmad Soebardjo, Soekami, BM. Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Setelah naskah selesai dibuat, Soekarno meminta Saguti Melik untuk mengetiknya dengan ‘ditemani oleh
BM. Diah. Soekafno menyarankan agar seluruh peserta yang hadir membubuhkan tanda tangan pada naskah yang selesai diketik. Tetapi pada akhimya, naskah hanya dibubuhi tanda tangan Soekarno dan Moh. Hatta sesuai dengan kesepakatan peserta rapat.”

 

(2) Comments

  • Rizi kurnia Agustus 6, 2020 @ 1:10 pm

    pak tugas ni can mana

    • Amrial Agustus 9, 2020 @ 9:50 am

      Tugas yang mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
Buka Chat
Perlu Penjelasan?
Hallo Siswa/i SMAN 1 Sinaboi?
Apa yg bisa kami Bantu ?