23

3. Barang, Jasa, dan Sumber Daya
Kebutuhan dapat dipenuhi dengan barang dan jasa. Barang dan jasa dihasilkan dan pengolahan sumber daya.

a. Barang
Barang adalah segala benda berwujud yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Barang dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu berdasarkan cara memperoleh, kegunaan, dan hubungannya dengan barang lain

1) Berdasarkan Cara Memperoleh
a) Barang bebas adalah barang yang diperoleh tanpa melakukan suatu usaha atau pengorbanan.
b) Barang ekonomi adalah barang yang diperoleh melalui usaha atau pengorbanan.
c) Barang illith adalah barang yang tersedia secara berlebihan di alam.

Berdasarkan Kegunaan
a) Barang produksi adalah barang yang digunakan dalam suatu proses produksi.

b) Barang konsumsi ‘ adalah barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Berdasarkan Hubungannya dengan Barang Lain
a) Barang subsitusi adalah barang yang digunakan untuk menggantikan barang Iain
b ) Barang komplementer.
adalah barang yang Denggunaannya bersama-sama dengan barang lam atau barang yang fungsinya melengkapi barang Iain.
b. Jasa
Jasa adalah benda tidak berwujud yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, jasa tukang cukur dan jasa sopir angkutan.

Gambar 1.3 : Salah satu jenis jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah tukang cukur

Sumber Daya
Sumber daya adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Sumber daya terdiri atas tiga Yaitu sumber daya alam, Sumber daya manusia, dan sumber daya modal.
1) Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
2) Sumber daya manusia, adalah kemampuan yang ada dalam diri mandsja untulg memenuhi kebutuhan.
3) Sumber daya modal adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memproduksi barang atau jasa.

4. Pilihan, Skala Prioritas, dan Biaya Peluang
a. Pilihan
Barang. jasa. serta sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan, lama kelamaan akan berkurang bahkan habis. Hal ini karena jumlah kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, kamu harus pandai membuat pilihan kebutuhan mana yang akan kamu penuhi terlebih dahulu.

b. Skala Prioritas
Untuk memudahkan menentukan kebutuhan mana yang akan dipenuhi terlebih dahulu, kamu dapat membuat daftar skala prioritas. Daftar skala prioritas dibuat dengan menempatkan kebutuhan yang paling mendesak terlebih dahulu, kemudian diikuti kebutuhanvyang kurang mendesak, hingga kebutuhan yang sama sekali tidak mendesak. Dengan daftar Skala prioritas, kamu dapat membuat pilihan kebutuhan yang harus kamu penuhi terlebih dahulu. Selain daftar Skala prioritas, kamu juga harus memperhatikan kondisi keuanganmu. Jangan sampai pilihan yang kamu buat tidak sesuai dengan kondisi keuanganmu.

C. Biaya Peluang
Menentukan pilihan, berarti ada pilihan lain yang kamu korbankan. Pengorbanan tersebut dapat dihitung dalam satuan uang yang disebut dengan biaya peluang. Biaya peluang adalah besamya biaya yang kamu korbankan karena membuat suatu pilihan. Contoh biaya peluang adalah sebagai berikut ;

Setelah lulus dari perguruan tinggi. Tania mendapatkan tiga tawaran pekerjaan, yaitu sebagai staf akuntan di PT B dengan gaji sebesar Rp4.500.000,00. staf pajak dengan gaji Rp5.000 000.00 di PT X, dan Customer Service di Bank Y dengan gaji sebesar Rp3.000.000,00. Tania memilih tawaran pekerjaan di PT X sebagai staf pajak dengan gaji sebesar Rp5.000.000.00. lni berarti, biaya peluang yang dikorbankan Tania sebesar Rp4.500 000.00 (gaji terbesar yang dikorbankan).

5. Prinsip Tindakan, dan Motif Ekonomi

a. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah pedoman dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang akan diperoleh. Ciri-ciri orang yang menerapkan prinsip ekonomi antara lain:

1) bertindak hemat,
2) bertindak rasional, serta
3) bertindak ekonomis.

b. Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah tindakan manusia yang didorong oleh usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Tindakan ekonomi terdiri atas dua macam, yaitu tindakan ekonomi rasional dan tindakan ekonomi irasional.

1) Tindakan ekonomi rasional, adalah tindakan ekonomi yang dilakukan dengan mempertimbangkan antara pengorbanan dan hasil serta dapat melakukan pilihan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan mana yang harus didahulukan dan yang sesuai dengan kemampuannya.
2) tindakan ekonomi irasional adalah tindakan ekonomi yang dilakukan tanpa mempertimbangkan pengorbanan, hasil, kebutuhan, serta kemampuannnya.

c. Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah dorongan atau motwasi seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, yaitu berdasarkan faktor penyebab dan pelakunya.

1) Berdasarkan Faktor Penyebabnya
Berdasarkan faktor penyebabnya, motif ekonomi terdiri atas dua jenis, yaitu motif intrinsik dan ekstrinsik.

a) Motif intrinsik adalah motif yang timbul dari dalam diri seseorang. Contohnya, makan karena lapar dan I membeli sepatu baru saat sgpatu rusak.
b) Motif ekstrinsik adalah motif yang timbul karena pengaruh dari luar diri seseorang. Contohnya, ingin membeli handphone keluaran terbaru, karena melihat teman membeli handphone

2) Berdasarkan Pelakunya
Berdasarkan pelakunya, motif ekonom’i dibedakan menjadl dua jenis, yaitu motif inc’lividu dan motif organisasx. Motif individu antara lain:

(1) motif untuk memenuhi kebutuhan,
(2) motif mendapatkan penghargaan,
(3) motif mencapai ‘kekuasaan ekonomi, dan
(4) motif membantu sesama.

b) Motif organisasi, antara lain:
(1) motif memproduksi barang dengan harga yang murah,
(2) motif mencari keuntungan, dan
(3) motif menjaga kelangsungan usaha.

6. Pembagian dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

a. Pembagian Ilmu Ekonomi
Berdasarkan analisisnya, ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga yaitu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan.

1) Ekonomi deskriptif adalah ilmu ekonomi yang mendeskripsikan data dan fakta yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
2) Teori Ekonomi adalah ilmu ekonomi yang menjelaskan tentang cara suatu sistem ekonomi bekerja beserta ciri cirinya
3) Ekonomi terapan adalah ilmu ekonomi yang mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh teori ekonomi untuk menerangkan sebab sebab arti pentingnnya kejadian kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi Deskriptif.

b. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Berdasarkan ruang lingkupnya, ilmu ekonomi dibedakan menjadi dua, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro

1) Ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang membahas tentang bagian terkecil dari kegiatan ekonomi, seperti interaksi antara penjual dan pembeli serta faktor faktor produksi yang digunakan oleh suatu perusahaan
2) Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang membahas tentang aktivitas ekonomi secara keseluruhan seperti pertumbuhan ekonomi pendapatan nasional serta inflasi.

7. Ekonomi Syariah
Akhir-akhir ini, ekonomi syariah terutama pada lembaga keuangan berkembang dengan pesat. Ekonomi syariah adalah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang masalahmasalah ekonomi yang diilhami oleh nilai-nilai syariat Islam. Ekonomi syariah memiliki Ciri- ciri sebagai berikut.

a. Kesatuan (unity).
b. Keseimbangan (equilibrium),
c. Kebebasan (free will).
d Tanggung jawab (responsibility).

Tujuan dari ekonomi syariah adalah menciptakan kemajuan ekonomi, menekankan keadilan, serta mengajarkan konsep yang lebih unggul dalam mengatasi gejolak moneter dibandingkan dengan sistem ekonomi konvensional.

Prinsip ekonomi syariah adalah sebagai berikut. ‘

a. Kebebasan individu dalam ha] kesejahteraan sosial.
b. Meratakan distribusi pendapatan.
c. Pendistribusian kekayaan dari orang mampu kepada orang yang kurang mampu.
d. Larangan menerima tambahan atas uang yang dipinjam atau riba. (menurut arus ulama pemikiran ekonomi syariah).

 

BAB 2

Masalah Ekonomi dalam Sistem Perekonomian

Materi Pokok Pembelajaran

MaterI yang dipelajari pada Bab 2 yaitu sebagai berikut ;

1 Masalah pokok ekonomi
2 Sistem ekonomi
3 Slstem ekonomi Pancasila

Indikator Pembelajaran
1) Mendeskripsikan masalah pokok ekonomi
2) Menjelaskan macam macam sistem ekonomi
3) Menjelaskan sistem ekonomi Pancasila

Materi Pembelajaran

Masalah Pokok Ekonomi

Masalah pokok ekonomi terdiri atas masalah pokok ekonomi klasik dan masalah pokok ekonomi modern.

a. Masalah pokok ekonomi klasik dan masalah pokok ekonomi modern.
Masalah pokok ekonomi klasik terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1) Produksi
Seorang produsen selalu memikirkan bahwa barang ataupun jasa yang diproduksi haruslah yang dibutuhkan konsumen. Kebutuhan konsumen yang bermacam macam dan berbeda beda menimbulkan masalah dalam menentukan barang atau jasa yang akan diproduksi. Selain itu keterbatasan sumber daya juga menyebabkan barang dan jasa yang dibutuhkan tidak dapat diproduksi semuannya.

Gambar 2.1 : Produksi adalah salah satu masalah ekonomi klasik 

2) Distribusi
Supaya barang atau jasa yang telah diproduksi sampai ke tangan konsumen dengan cepat dan tepat diperlukan sarana dan prasarana distribusi yang tepat dan cepat akan mencegah selalu memikirkan bahwa barang atau jasa tertimbun diprodusen. Pendistribusian barang yang terlalu panjang atau lama alum membual harga barang menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, produsen hams memikirkan langkah-Iangkah yang tepat untuk mendistn’busikan produknya, salah satunya dengan menggunakan sarana distribusi yang memadai.

3) Konsumsi
Masalah konsumsi berkaitan dengan pertanyaan apakah barang atau jasa yang telah diproduksi dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang membutuhkan. Ada kemungkinan barang dan jasa yang dihasilkan tidak terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan karena harganya yang mahal ataupun tidak sampai ke konsumen.

b. Masalah Pokok Ekonomi Modern
Masalah pokok ekonomi modem terdiri atas tiga, yaitu sebagai berikut.

1) Apa Barang atau Jasa yang Akan Diproduksi? (What)
Seorang produsen harus memutuskan barang atau jasa apa yang akan dlproduksi dan berapa jumlahnya, Hal ini mengingat banyaknya jenis barang dan Jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Keputusan yang diambil haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Sehingga pengalokasian sumber daya dapat dilakukan dengan tepat. Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan masalah ini bertUjuan supaya produsen mendapatkan keuntungan maksimal. . ’

Bagaimana Barang atau Jasa Diproduksi? (How)
2) Masalah ini berkaitan pertanyaan bagaimana memproduksi barang dan jasa serta siapa yang akan memproduksinya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bertujuan agar terjadi eflsiensi penggunaan faktor-faktor produksi. Dalam pengambilan keputu§an untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara barang diproduksi, produsen Perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut.

a) Kombinasi penggunaap sumber daya yang Paling memberikan keuntungan.
b) Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan biaya minimal.
c) Penentuan teknologi yang digunakan, apakah intensifikasi tenaga kerja (padat karya) atau intensifikasi modal (padat modal).
d) Pertimbangan faktor ekstemal, seperti harga, inflasi, dan kurs valuta asing.

3) Untuk Siapa Barang atau Jasa Diproduksi? (For Whom)
Masalah selanjutnya adalah untuk siapa barang atau jasa diproduksi. Produsen harus menentukan siapa yang akan menikmati barang atau jasa tersebut apakah golongan ekonomi menengah atas atau bawah. Masalah for whom terkait dengan sasaran distribusi barang atau jasa.

2. Sistem Ekonomi
a. Pengertian Sistem Ekonomi

Masalah pokok ekonomi dapat dnatasi dengan adanya sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara, aturan, dan kebiasaan-kebiasaan yang umum dlterima untuk mengatur dam mengoordinasikan perilaku warga masyarakat (konsumen, produsen, dan pemerlntah) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksl. distribusl. dan konsumsi) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis.

Jenis-jenis Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi antara negara salu dengan negara lainnya berbeda-beda, tergantung pada ideologi yang dianut oleh negara tersebut. Berikut ini jenis-jenis Sistem ekonomi yang ada di dunia.

1) Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat tradisional di mana kegiatan ekonomi dilakukan sesuai kebiasaan hmmmenurun dengan menggunakan faktor produlsi yang ada. Setiap kaluarga di negara yang menerapkan Sistem perekonomian ini bertindak sebagai produsen dan konsumen. sehingga akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Gambar 2.2 : Perdagangan dalam sistem ekonomi tradisional dilakukan dengan sistem barter

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut.
a) Belum ada pembagian kerja.
b) Perdagangan dilaksanakan dengan Sistem barter karena belum mengenal uang sebagai alat tukar menukar.
c) Hasil produksl dan sistem distribusinya terbenmk karena kebiasaan (tradisi) yang berlaku di masyarakat.
d) Barang atau jasa yang diproduksi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga.
e) Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan. f) Tanah merupakan sumber kehidupan dan sumber kemakmuran, sehingga kehidupan ekonominya bertumpu pada sektor agraris.

Berikut ini kelebihan sistem ekonomi tradisional.
a) Tidak terjadi persaingan usaha.
b) Tndak terjadi kohflikkonflik karena semua berjalan sesuai dengan kebiasaan.
c) Masyarakat tidak dibebani dengan target-target yang harus dicapai.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut.
a) Produktivitas masyarakat rendah, karena hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk meningkatkan kesejahteraan.
b) Mutu dan standar produksi rendah.

Sistem Ekonoml Terpusat/Komando/ Sosialis

Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peran dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan dengan membatasi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi ini adalah Tiongkok, Rusia, dan~ negara-negara pecahan Uni Soviet.

Berikut ini ciri-ciri sistem ekonomi terpusat.
a) Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara.
b) Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui.
c) Faktor-faktor produksi dikuasai oleh negara.

Kelebihan sistem ekonomi terpusat adalah sebagai berikut.
a) Perekonomian sepenuhnya menjadl tanggung jawab pemerintah.
b) Perekonomian relatif stabil dan jarang tetjadi krisis.
c) Distribusi pendapatan merata.
d) Jenis-jenis industri atau produksi ditentukan oleh pemerintah.
e) Pemerintah mudah melakukan pengendalian dan pengawasan harga.
f) Pemerintah dapat mengatur dislribusi barang-barang produksi.

Kekurangan sistem ekonomi terpusat adalah sebagai berikut.
a) lnisiatif clan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.
b) Terjadi praktik monopoli yang merugikan masyarakat.
c) Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya sendiri.

Sistem Ekonomi Pasar/ Kapitalis/Liberal
Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan seluas-luasnya pada masyarakat untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Negara yang menganut sistem ekonomi ini adalah Amerika Serikat, Inggris, Francis, lrlandia, dan Kanada.

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut.

a) Pihak swasta/ masyarakat bebas untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
b) Masyarakat menguasai seluruh sumber produksi.
c) deakan ekonomi yang dilakukan dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

Kelebihan sistem ekonomi pasar antara lain sebagai berikut.

a) Munculnya persaingan usaha sehingga mendorong kemajuan usaha.
b) Campur tangan pemerintah Recil sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi pihak swasta dalam bidang ekonomi.
c) Produksi berdasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan ma§yarakat.
d) Semangdt usaha masyarakat, karena adanya pengakuan hak milik oleh pemerintah.

Berikut ini kekurangan sistem ekonomi pasar.

a) Adanya praktik monopoli yang merugikan masyarakat.
b) Distribusi pendapatan yang tidak merata.
c) Adanya eksploitasi tenaga kerja yang dilakukan oleh pemilik sumber daya produksi,
d) Sering terjadi pergolakan ekonomi karena kesalahan pengalokasian sumber daya yang dilakukan oleh pihak swasta/ masyarakat.

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah kombinasi dari sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Di satu sisi, pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melakukan tindakan ekonomi. Namun, di sisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian untuk menghindari penguasaan sumber daya ekonomi oleh segolongan masyarakat.

Ciri-clri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.

a) Bidang-bldang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
b) Adanya berbagai kebijakan pemerintah untuk mengatur mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar.
c) Hak milik perorangan diakui, tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.

Berikut ini kelebihan sistem ekonomi Campuran.

a) Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
b) Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
c) Harga lebih mudah untuk dikendalikan.

Sementara itu, kekurangan sistem ekonomi campurar adalah dibutuhkan ketelitian dan kejelian untuk menentukan unsur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Sistem Ekonomi Pancasila

Sistem ekonomi Pancasila terkandung makna demokrasi merupakan sistem perekonomian ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang diterapkan oleh negara kita yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh dan untuk rakyat dl bawah pimpinan sistem ekonomi serta pengawasan pemerintah.

Sistem ekonomi Pancasila memillki karakteristik sebagai berikut.

a. Pemerintah dan swasta saling berdampingan secara damai untuk mencegah pemerasan terhadap manusia tumbuhnya sistem ekonomi komando maupun liberal.
b. Perekonomian tidak didominasi para memilik modal maupun buruh. Hal ini karena sistem ekonominya berdasarkan atas asas kekeluargaan.
c. Kegiatan produksi dilakukan oleh semua pihak di bawah pengawasan anggota-anggota masyarakat.
d. Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk kepentingan orang banyak.

Dalam pelaksanaannya, sistem ekonomi Pancasila harus menghindari beberapa hal berikut ini ;

a. Sistem free fight liberalizm, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan yang menimbulkan eksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain.
b. Sistem etatisme dimana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit unit ekonomi diluar sektor negara.
c. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

BAB 3

Peran Pelaku Kegiatan ekonomi dalam Kegiatan Perekonomian

 

A. Materi Pokok Pembelajaran
Materi yang dipelajari pada Bab 3 yaitu sebagai berikut.

1. Kegiatan ekonomi
2. Pelaku kegiatan ekonomian dan
3. Pelaku kegiatan ekonomi dan perannya dalam perekonomian.

Indikator Pembelajaran
1. Memahami kegiatan ekonomi serta peran pelaku ekonomi dalam kegiatan perekonomian melalui studi pustaka.
2. Mengamati perilaku produsen dan konsumen
3. Mencoba membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh produsen untuk meningkatkan keuntungan
4. Mencoba membantu memecahkan masalah yang dihadapi konsumen saat melakukan kegiatan konsumsi

C. Materi EemEe!ajaran

Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi terdiri atas tiga, yaitu produksi, distribusi, dan ’konsumsi. Berikut penjelasan untuk ketiga kegiatan ekonomi tersebut.

Produksi
Produksi adalah kegiatan menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Untuk menambah nilai guna suatu barang atau jasa, diperlukan beberapa faktor yang disebut faktor produksi. Faktor produksi terdiri atas dua macam, yaitu faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel.

1) Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlahnya tetap berapa pun jumlah unit yang diproduksi. Contoh, peralatan dan mesin-mesin, pabrik, serta kantor.
2) Faktor produksi variabel adalah faktor produksi yang jumlahnya tergantung banyaknya unit yang diproduksi. Contoh, bahan baku, bahan penolong, dan Tenaga kerja.

1) Perilaku Produsen
Tujuan utama kegiatan produksi yang dilakukan oleh para produsen adalah untuk mendapatkan laba yang tinggi. Laba yang tinggi dapat diperoleh dengan memilih kombinasi terbaik antara faktor-faktor produksi yang digunakan seperti produksi dengan menggunakan satu variabel bebas dan produksi dengan menggunakan dua variabel bebas. .

a) Produksi dengan Menggunakan Satu Variabel Bebas

Produksi dengan menggunakan satu variabel bebas biasa terjadi pada sektor pertanian, di mana hanya terdapat satu variabel bebas, yaitu tenaga kerja dengan varibel tetap berupa tanah dan alat~alat pertanian. Karena hanya terdapat satu variabel bebas, maka untuk mendapatkan hasil maksimum, produsen hanya dapat menambah satu variabel bebas berupa tenaga kerja.

Penambahan tenaga kerja awalnya akan meningkatkan produksi total dan produksi marginalnya. Namun, seiring dengan penambahan tenaga kerja, produksi marginalnya akan mengalami penurunan hingga mencapai titik 0. lnilah yadg disebut dengan hukum tambahan hasil yang semakin berkurang atau law of diminishing return. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel dan kurva produksi total dan produksi marginal berikut ini.

 

b) Produksi dengan Menggunakan Dua Variabel Bebas
Variabel tetap, dalam jangka waktu yang lama akan menjadi variabel bebas. Oleh karena itu, dibutuhkan kombinasi yang baik antara dua variabel bebas untuk mendapatkan laba maksimal. MisaInya dalam suatu perusahaanb mengharapkan untuk dapat memproduksi 10.000 unit produk tanpa menambah biaya produksi. Perusahaan tersebut akan memilih kombinasi penggunaan dua variabel bebas yang dimiliki, yaitu tenaga kerja dan modal, dalam hal ini mesin untuk mendapatkan 10.000 unit. Berikut ini kombinasi yang dapat digunakan.

2) Biaya Produksi
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa. Biaya produksi terdiri atas tiga, yaitu biaya tetap, biaya variabel, dan biaya marjinal.

a) Biaya tetap (fixed cost/ FC), adalah biaya yang besamya tetap berapa pun besarnya jumlah produksinya. Contoh, biaya modal, biaya sewa gedung, dan biaya asuransi.
b) Biaya variabel (variable cost/ VC), adalah biaya yang besamya bergantung pada ‘ jumlah produksinya. Contoh, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, dan biaya fenaga kerja langsung.
c) Biaya marginal (marginal cost/MC), adalah tambahan biaya yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit.

Menghitung biaya produksi:

a) Biaya produksi/Biaya
total (Total Cost/TC)
TC = FC + VC
Keterangan:
TC : Total Cost
FC : Fixed Cost
VC : Variabel Cost

b. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari Satu tempat ke tempat lainnya atau dari produsen ke konsumen. Fungsi pokok distribusi adalah sebagai berikut.

1) Pengangkutan.
2) Penjualan.
3) Pembelian.
4) Penyimpanan.
5) Pembakuan standar kualitas barang.
6) Penanggung risiko.

Selain fungsi pokok, distribusi juga memiliki fufugsi tambahan, antara lain sebagai berikut.

1) Menyeleksi.
2) Mengepak atau mengemas.
3) Memberi informasi.

1) Sistem Distribusi
Sistem distribusi terdiri atas dua jenis, yaitu distribusi langsung dan distribusi tidak langsung

a) Sistem Distribusi Langsung adalah sistem distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi. Jadi, barang disalurkan langsung dari produsen ke konsumen.
b) Sistem Distribusi tidak langsung, adalah sistem distribusi yang menggunakan saluran distribusi dalam kegiatannya,

2) Saluran Distribusi

Saluran distribusi adalah orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Saluran distribusi terdiri atas dua, yaitu pedagang dan perantara khusus. Pedagang terdiri atas dua, yaitu pedagang besar dan pedagang eceran. Perantara khusus terdiri atas lima macam, yaitu agen, broker, komisioner, eksportir, dan importir.

Faktor-faktor Distribusi

Distribusi dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

a) Faktor Pasar
Saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak geografis konsumen, dan jumlah pesanan.

b) Faktor Barang
Kegiatan distribusi yangdilakukan hams mempertimbangkan nilii unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.

c) Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen, serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.

d) Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang ‘ diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan perantara; sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan, dan ongkos penyaluran barang.

c. Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan nilai guna barang atau jasa. Contoh kegiatan konsumsi adalah makan, minum, memakai sepatu, dan sebagainya. ‘

1) Faktor-faktor yang Memengaruhi Konsumsi
Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

a ) Tingkat pendapatan seseorang.
b) ngkat harga barang atau jasa.
c) Sikap dan gaya hidup.
d) Adat istiadat.
e) Model barang.
f) Sel_era konsumen.
g) Prestise atau bersaing dengan konsumen lain.

2) Teori Perilaku Konsumen

Guna memenuhi kebutuhan hidupnya, konsumen harus menentukan pengalokasian sumber daya yang dimilikinya, SUpaya mendapatkan nilai kegunaan atau utility yang maksimal dan mengatasi pemborosan. Untuk menghitung nilai kegunaan atau utility, terdapat dua teori, yaitu Teori Kardinal dan Teori Ordinal.

a) Teori Kardinal

Dalam Téori Kardinal, nilai kegunaan dapat diukur dengan satuan tertentu. Misalnya, unit atau uang. Tokoh yang terkenal dengan teori ini adalah Herman Heinrich Gossen. Gossen membagi utilitas menjadi dua, yaitu total utility dan marginal utility. Total utility adalah jumlah seluruh utilitas yang didapatkan konsumen saat mengonsumsi barang ataupun jasa. Marginal utility adalah utilitas tambahan yang didapatkan konsumen untuk setiap penambahan barang atau jasa yang dikonsumsi.
Utility dibahas lebih rinci oleh Gossen melalui Hukum Gossen I clan Hukum Gossen II.

Hukum Gossen I

Bunyi Hukum Gossen I adalah sebagai berikut.

“ Jika jumlah suatu barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah, maka kepuasan total yang diperoleh juga bertambah, akan tetapi kepuasan marginal (tambahan kepuasan yang diperoleh jika dikonsumsi ditambah dengan satu unit) pada titik tertentu akan semakin berkurang. Bahkan jika konsumsi terus dilakukan, pada akhirnya kepuasan total yang diperoleh akan menjadi semakin berkurang.”

Setiap konsumen ingin mendapatkan utilitas maksimal dengan mengonsumsi barang atau jasa dalam waktu tertentu. Pada awal konsumsi, marginal utilitasnya akan naik. Namun, apabila konsumsi dilakukan terus – menerus, lama kelamaan akan mencapai titik jenuh dan utilitas bernilai negatif Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut

Rienda sangat suka es krim. Ia memiliki Uang Rp30.000, dan ingin membeli es krim dengan harga Rp5.000,00 per cup. Berapa cup es krim yang akan dibeli Rienda? Kamu dapat menjawabnya dengan menghitung utilitas es krim yang dikonsumsi Rienda yang disajikan dalam satuan uang rupiah, Misalkan konsumsi yang dilakukan oleh Rienda ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

 

Berdasarkan tabel dan kurva di atas, Rienda akan berhenti melakukan kegiatan konsumsi pada es krim ke empat. Karena jika Rienda meneruskan konsumsi es krim kelima, maka tidak akan menambah total utility, sehingga marginal utility-nya akan bernilai O. Jika konsumsi dilakukan lagi, maka total utility akan menurun dan marginal utility akan bernilai negatif

Rienda berhenti mengonsumsi es krim pada cup keempat, di mana marginal utility-nya sama dengan harga es krim, yaitu Rp5.000,00. Prinsip ini berlaku untuk semua konsumsi barang, sehlngga konsumen akan mencapai kepuasan maksimal‘pada saat Marginal Utility (MU) = Price (P).

Hukum Gossen II

Kebutuhan konsumen yang jumlahnya tidak terbatas dan bermacam-macam menyebabkan konsumen sulit untuk memenuhinya karena terbatasnya penghasilan yang dimiliki. Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Gossen menyatakan bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa, sehingga utilitas marginal setiap barang atau jasa yang dikonsumsi sama. Pernyataan Gossen ini disebut dengan Hukum Gossen II.

Berikut ini persamaan yang menunjukkan Hukum Gossen II.

b) Teori Ordinal

Teori ordinal berbeda dengan teori kardinal. Dalam teori ordinal, utilitas diurutkan berdasarkan kebutuhan dan kesenangan akan suétu barang dan jasa. Misalnya sebagai berikut.

Arshaka menyukai dua jenis Teh minuman, teh dan kopi. Arshaka memiliki pilihan untuk dua jenis minuman tersebut sesuai dengan ” suasana hatinya. Pilihan-pilihan tersebut disajikan dalam tabel berikut ini.

2. Pelaku Kegiatan Ekonomi dan Perannya dalam Perekonomian

Pelaku kegiatan ekonomi terdiri atas Rumah Tangga Konsumsi (RTK), Rumah Tangga Produksi (RTP), pemerintah dan masyarakat luar negeri.

a. Rumah Tangga Konsumsi (RTK)
Rumah tangga konsumsi adalah bagian ekonomi dengan ruang lingkup terkecil. RTK merupakan pemilik sebagian besar faktor produksi, seperti tenaga kerja, tanah, dan gedung. Dari faktor-faktor produksi tersebut, RTK akan mendapatkan balas jasa berupa sewa, upah, dan gaji. Balas jasa yang diterima RTK selanjutnya akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang dibutuhkan. Jadi, dapat disimpulkan jika peran rumah tangga konsumsi dalam perekonomian adalah sebagai berikut.

1) Penyedia faktor produksi
2) Konsumen barang dan jasa.

Rumah Tangga Produksi (RTP)

Rumah tangga produksi adalah rumah tangga yang kegiatannya menghasilkan atau menambah nilai guna barang ataupun jasa. Saat melakukan kegiatannya, RTP menggunakan faktor-faktor produksi yang disediakan oleh RTK Hasil produksi dari RTP akan dijual, untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi. ‘

Jadi, dapat disimpulkan jika peran rumah tangga produksi adalah sebagai berikut.

1) Penghasil barang dan Jasa
2) Konsumen faktor-faktor produksi yang dimiliki rumah tangga konsumen

Pemerintah

Dalam kegiatan ekonomi pemerintah memiliki peranan sebagai berikut.

1) Pengatur dan pengawas kegiatan ekonomi
2) Produsen fasilitas umum yang diperlukan masyarakat.
3) Konsumen barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi.

Masyarakat luar Negeri Masyarakat luar negeri memiliki peran sebagai berikut.

1) Penghasil barang atau jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri.
2) Konsumen barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen dalam negeri. Berdasarkan peranan di atas, dapat disimpulkan bahwa keempat pelaku kegiatan ekonomi di atas saling berinteraksi satu sama lain. Berikut diagram interaksinya.

 

Gambar 3.3 : Diagram Interaksi antartiga pelaku kegiatan ekonomi

Gambar 3.4 : Diagram Interaksi antarempat pelaku kegiatan ekonomi

 

BAB 4

TERBENTUKNYA KESEIMBANGAN PASAR DAN STRUKTUR PASAR

 

A. Materi Pokok Pembelajaran

Materi yang dipelajari pada Bab 4 yaltu sebagai berikut.

1. Permintaan
2. Penawaran
3. Keseimbangan pasar
4. Elastisitas permintaan dan penawaran
5. Pasar

B. lndikator Pembelajaran

1. Memahami konsep permintaan, pehawaran, harga keseimbangan, elastisitas, dan pasar melalui studi pustaka.
2. Mengamati permintaan, penawaran, dan terbentuknya harga keseimbangan di pasar.
3. Menghitung besarnya permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan elastisitas. .

c. Materi PembeLajaran

1. Permintaan

a. Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang ataupun jasa yang diminta konsumen pada tingkat harga tertentu. Permintaan diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu berdasarkan daya beli konsumen dan jumlah permintaan.

Berdasarkan daya belinya, permintaan terdiri atas tiga jenis antara lain sebagai berikut.

1) Permintaan efektif adalah permintaan yang disertai dengan daya beli.
2) Permintaan potensial adalah permintaan yang disertai dengan daya beli tetapi belum dilaksanakan.
3) Permintaan absolut adalah permintaan yang tidak disertai dengan daya beli.

Berikut ini jenis permintaan berdasarkan jumlah permintaannya.

1) Permintaan individu adalah permintaan setiap orang akan barang atau jasa tertentu.
2) Permintaan pasar adalah basil penjumlahan permintaan individu akan barang atau jasa tertentu.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Permintaan

Permintaan konsumen dipengamhi oleh beberapa faktor berikut.

1) Harga Barang atau Jasa
Harga barang atau jasa merupakan penentu jumlah barang yang diminta oleh konsumen. Jika harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah permintaan barang atau jasa tersebut akan mengalami penurunan. Sebaliknya, semakin rendahnya harga suatu barang atau jasa, maka jumlah permintaan barang atau jasa tersebut akan semakin bertambah.

2) Pendapatan
Semakin besar diperoleh yang didapatkan, maka akan semakin bertambah pula jumlah barang atau jasa yang diminta. Sebaliknya, berkurangnya pendapatan . akan menyebabkan jumlah barang atau jasa yang diminta semakin berkurang.

3) Selera
Selera konsumen memang bersifat subjektif, tapi ini adalah salah satu faktor yang memengaruhi permintaan. Naiknya selera konsumen terhadap suatu barang atau jasa akan menyebabkan semakin bertambahnya jumlah permintaan terhadap barang atau jasa akan menyebabkan berkurangnya jumlah permintaan terhadap barang atau jasa tersebut.

4) Harga barang substitusi dan komplementer
Harga barang substitusi dan komplementer juga mempengaruhi jumlah permintaan barang atau jasa. Barang substitusi adalah barang pengganti contohnya daging sapi dengan daging kambing. Pada saat harga daging sepi meningkat dan harga kambing tetap, akan menyebabkan permintaan terhadap daging sapi menurun dan permintaan terhadap daging sapi menurun dan permintaan terhadap daging kambing mengalami peningkatan. Hal ini karena konsumen lebih memilih untuk membeli daging kambing yang harganya tetap daripada daging sapi yang harganya naik.

Barang Komplementer adalah barang yang sifatnya saling melengkapi. Contohnya, motor dan bensin. Naiknya harga bensin akan menyebabkan permintaan terhadap motor mengalami penurunan. Hal ini karena bahan baku yang digunakan untuk menggerakkan motor adalah bensin yang harganya melambung tinggi.

5) Ekspéktasi

Ekspektasi adalah perkiraan keadaan dimasa depan. Jika kamu memperkirakan bahwa harga suatu barang atau jasa tersebut sampai hargannya turun. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap barang atau Jasa tersebut mengalaml penurunan.

6) Jumlah Penduduk
Semakin besar jumlah penduduk di suatu negara atau daerah akan menyebabkan semakin bertambah permintaan terhadap barang atau jasa. Begitu juga sebaliknya.

C. Hukum Permintaan
Bunyi hukum permintaan adalah sebagai berikut ;

“Apabila harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga suatu barang turun, maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”.

Keadaan ini dengan catatan ceteris paribus. Ceteris paribus adalah semua faktor yang mempengaruhi permintaan dianggap tetap kecuali harga.

d. Tabel dan Kurva Permintaan
Berdasarkan hukum permintaan, dapat dibuat tabel jumlah permintaan buah apel sebagai berikut ;

e. Pergeseran Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat bergeser ke kiri dan ke kanan. Hal ini karena adanya adanya perubahan faktor faktor permintaan selain harga. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ;

 

2. Penawaran
a. Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu. Penawaran terdiri atas dua jenis, yaitu penawaran individu dan penawaran pasar. Penawaran individu adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh individu atau produsen pada tingkat harga tertentu. Penawaran pasar adalah jumlah seluruh barang atau jasa yang ditawarkan oleh individu atau produsen pada tingkat harga tertentu.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran

Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor berikutl

1) Harga Barang atau Jasa
Harga barang atau jasa akan memengaruhi penawaran yang dilakukan oleh produsen. Pada saat harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen akan bertambah. Sementara itu, pada saat harga suatu barang atau jasa turun, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan‘ produsen juga akan mengalami penurunan.

2) Biaya Produksi
Semakin sedikitnya biaya produksi yang dikeluarkan produsen untuk memproduksi barang atau jasa, maka semakin banyak pula jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin besar biaya produksi yang dikeluarkan, maka semakin sedikit jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen.

3) Teknologi Produksi
Teknologi yang digunakan untuk produksi juga memengaruhi jumlah barang ataupun jasa ditawarkan. Produsen yang menggunakan teknologi dalam kegiatan produksinya, maka hasil produksinya akan meningkat. Hal ini akan meningkatkan jumlah penawaran barang atau jasa

4) Ekspektasi Produsen
Perkiraan produsen di masa yang akan datan akan memengaruhi penawaran. Jika Produsen memperkirakan Pada m yang akan datang harga barang atau jasa akan mengalami kenaikan, maka produsen akan menambah penawaran barang atau jasa.

5) Keuntungan yang diinginkan oleh Produsen
Produsen yang berkeinginan mendapatkan keuntungan yang besar akan menambah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Hal ini karena semakin banyaknya barang atau jasa yang terjual maka semakin banyak keuntungan yang diperoleh

6) Banyaknya Pesaing
Banyaknya pesaing usaha akan memengaruhi besarnya barang atau jasa yang akan ditawarkan produsen.

C Hukum Penawaran

Hukum penawaran berbunyi sebagai berikut. “apabila harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami kenaikan, dan apabila harga suatu barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan mengalami penurunan”. Dengan catatan ceteris paribus.

d. Tabel dan Kurva Penawaran penawaran

Berdasarkan hukum penawaran maka dapat dibuat tabel penawaran buah jeruk berikut ini ;

Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Sama seperti permintaan kurva penawaran juga mengalami pergeseran. Pergeseran ini juga disebabkan adanya pengaruh dari faktor faktor selain harga. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel peningkatan dan penurunan penawaran buah jeruk berikut ini beserta dengan kurvannya.

 

 

3. Keseimbangan Pasar

Interaksi antara permintaan dan penawaran dipasar akan melahirkan keseimbangan harga dan jumlah yang disebut dengan harga keseimbangan. Harga keseimbangan harga dan jumlah yang disebut dengan harga keseimbangan. Harga keseimbangan terbentuk saat jumlah barang yang diminta dengan jumlah barang yang ditawarkan sama. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel permintaan dan penawaran buah apel berikut ;

4. Elastisitas Permintaan dan Penawaran

a. Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan adalah tingkat kepekaan jumlah barang atau jasa yang diminta terhadap perubahan harga. Elastisitas permintaan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut

3. Keseimbangan Pasar

Interaksi antara permintaan dan penawaran dipasar akan melahirkan keseimbangan harga dan jumlah yang disebut dengan harga keseimbangan. Harga keseimbangan harga dan jumlah yang disebut dengan harga keseimbangan. Harga keseimbangan terbentuk saat jumlah barang yang diminta dengan jumlah barang yang ditawarkan sama. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel permintaan dan penawaran buah apel berikut ;

 

5. PASAR

a. Pengertian Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran. Pasar dapat juga diartikan sebagai tempat di mana penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli. Pasar memiliki beberapa peran dalam perekonomian, Di antaranya adalah sebagai berikut.

1) Mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
2) Tempat untuk memperkenalkan produk baru kepada konsumen.
3) Tempat tawar-menawar antara pembeli dan penjual sehingga terbentuk harga keseimbangan.

b. Jenis-jenis Pasar

Pasar diklasifikasikan menjadi empat, yaitu berdasarkan wujudnya, waktu terjadinya, luas jangkauannya, dan barang yang dlperjualbelikan.

1) Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya. pasar terdlri alas dun. yaitu pasar konkret dan pasar abstrak.

a) Pasar konkret adalah tempat tetjadinya transaksi jual beli di mana Penanl dan pembeli bertemu secara langsung,
b) Pasar abstrak adalah pasar yang menunjukkan hubungan penjua] dan pembeli, baik secara Iangsung maUpun tidak di mana barang tidak secara langsung dapat diperoleh pembeli,

Berdasarkan Waktu terjadinya

Berikut ini jenis pasar berdasarkan waktu terjadinya.

a) Pasar harian adalah pasar yang dilaksanakan setiap hari. ‘
b) Pasar mingguan adalah pasar yang dilaksanakan setiaP satu minggu sekali
c) Pasar bulanan adalah pasar yang diselenggalarakan setiap satu bulan sekali.
d) Pasar tahunan adalah pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali.
e) Pasar temporer adalah pasar yang pelaksanaannya sewaktu-waktu.

Berdasarkan Luas Jangkauannya
Berdasarkan luas jangkauannya, pasar terdiri atas tiga, yaitu pasar lokal, nasional, dah internasional.
a) Pasar lokal adalah pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli yang berada dalam satu daerah tertentu.
b) Pasar nasional adalah pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli yang berada dalam satu negara tertentu.
c) Pasar internasional adalah pasar yang mempel’temukan penjual da” Pembeli dari berbaQai negara.

Berdasarkan Barang yang Diperjualbelikan

Berdasarkan barang yang diperjualbelikan, pasar terdiri atas dua jenis, yaitu pasar output dan pasar input.

a) Pasar Output adalah pasar yang mempefiualbelikan barang-barang hasil produksi.
b) Pasar input adalah pasar yang memperjual belikan faktor faktor produksi

C. Struktur Pasar

Berdasarkan strukturnya pasar terdiri atas dua, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, pasar oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.

1) Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang di dalamnya terdiri atas banyak pembeli dan penjual, sehingga masing masing penjual dan individu tidak dapat menentukan harga.

Pasar persaingan sempurna memiliki ciri sebagai berikut.

a) Barang yang diperjualbelikan homogen.
b) Perusahaan bertindak sebagai pengambil harga.
c) Perusahaan bebas keluar masuk pasar.
d) Pembeli memiliki informasi yang sempurna tentang pasar.
e) Ada banyak perusahaan dalam pasar.

Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah pasar yang hanya terdapat satu perusahaan saja di dalamnya. Pasar monopoli memiliki ciri~ciri sebagai berikut.

a) Barang yang diperjualbelikan tidak memiliki barang pengganti yang sangat dekat.
b) Hanya terdapat satu perusahaan di dalamnya.
c) perusahaan lain tidak dapat masuk ke dalam pasar.
d) Perusahaan mempengaruhi harga
e) Perusahaan tidak memérlukan iklan untuk mempromosikan produknya.

Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas sedikit perusahaan saja di dalamnya. Ciri-ciri pasar oligopoli adalah sebagai berikut.

a) Barang yang diperjualbelikan homogen atau terdiferensiasi.
b) Hanya terdapat sedikit perusahaan.
c) Pengambilan keputusan saling memengaruhi.
d) Kompetisi nonharga.

Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang di dalamnya terdiri atas banyak perusahaan dan produk yang diperjualbelikan terdiferensiasi. Pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a) Barang yang diperjualbelikan terdiferensiasi.
b) Terdapat banyak perusahaan di dalamnya.
c) Mudah untuk masuk ke dalam pasar.
d) Promosi sangat aktif.
e) Perusahaan hanya memiliki sedikit kekuasaan untuk memengaruhi harga.

d. Peran lptek terhadap Pasar Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju memengaruhi perubahan pasar.

Salah satunya munculnya digital marketing. Digitalm marketing atau intemet marketing memberikan banyak keuntungan, yaitu:

1) Peluang dalam pemasaran produk atau jasa,
2) menjadi saIah satu alat promosi yang baik dan lebih murah dengan jaringan internet dan fitur web yang menarik,
3) menjangkau belahan bumi manapun, sehingga pemasaran dapat berjalan secara maksimal. Karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan dari digital market menyebabkan para konsumen lebih fertarik membeli barang lewat jaringan internet atau pasar abstrak daripada berbelanja di pasar konkret.

 

BAB 5
Lembaga Jasa Keuangan dalam Perekonomian

Materi Pokok Pembelajaran

Materi yang dipelajari pada Bab 5 yaitu sebagai berikut.

1. Pengertian dan peran lembaga jasa modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga keuangan, dan lembaga jasa keuangan lainnya. Lembaga jasa keuangan dalam perekonomian memiliki empat fungsi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bank Pasar modal Perasuransian Dana pensiun Lembaga pembiayaan Pegadaian

B. Indikator Pembelajaran

1. Memahami konsep lembaga jasa keuangan.
2. Mengamati lembaga jasa keuangan yang ada di sekitar.
3. Menganalisis kegiatan lembaga jasa keuangan:

C. Materi Pembelajaran

Pengertian dan Peran Lembaga Jasa Keuangan

Apakah yang dimaksud dengan lembaga jasa keuangan Menurut Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, lembaga jasa keuangan adalah lembaga yang melaksanakan kegiatan di sektor perbankan, pasar di antaranya sebagai berikut.

a. Pengalihan Aset

Lembaga keuangan memiliki aset dalam bentuk kredit yang diberikan kepada debltur dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat. Lembaga keuangan membiayai kredit tersebut menggunakan dana dan simpanan masyarakat. Dalam hal ini, lembaga keuangan mengalihkan kewajibannya (financial liabilities) menjadi aset (financial assets) dengan jangka waktu sesuai kesepakatan dengan penabung dan juga debitur. Proses pengalihan kewajiban menjadi aset finansial ini yang disebut transmutasi kekayaan.

Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan dalam menyediakan dana tunai saat dibutuhkan. Lembaga keuangan memiliki peranan dalam menyediakan dana tunai. Misalnya, saat kita membutuhkan uang tunai dan memiliki simpanan di bank atau lembaga keuangan, maka kita dapat memiliki uang dengan mengambilnya di bank atau lembaga keuangan lainnya.

C. Realokasi Pendapatan

Setiap individu pasti akan mengalami masa tua atau pensiun. Saat pensiun penghasilan kita akan berkurang padahal jumlah kebutuhan semakin lama semakin banyak. Untuk dapat mengatasinya, kita dapat menyisihkan sebagian pendapatan kita saat masih bekerja untuk persiapan masa depan.

Penyisihan pendapatan dapat saja dialokasikan untuk membeli barang-barang, Namun, lama-kelamaan harga barang akan mengalami penurunan. Saat ini yang dilakukan sebagian besar masyarakat adalah dengan menyisihkan sebagian pendapatan mereka di lembaga keuangan dalam bentuk tabungan, polis asuransi jiwa, dana pensiun, dan lain sebagainya.

Transaksi

Produk-produk yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan seperti tabungan, giro, dan deposito merupakan bagian dari sistem pembayaran. Produk. produk tersebut dimaksudkan untuk mempermudah transaksi pembayaran barang atau jasa antara pihak satu dengan pihak lainnya, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Dalam hal ini, dapat dikatakan lembaga keuangan berperan sebagai lembaga interrnediasi atau lembaga yang mgmberikan jasa-jasa untuk mempermudah transaksi moneter.

2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, lembaga keuangan memerlukan pengawasan dari sebuah lembaga independen. Lembaga independen yang memiliki tugas untuk memiliki tugas untuk mengawasi lembaga keuangan adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga independen yang berwenang untuk melaksanakan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan disektor perbankan pasar modal pengasuransian dana pensiun, lembaga pembiayaan serta lembaga jasa keuangan lainnya.

a. Fungsi OJK
Menurut Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan.

b. Tugas OJK
OJK bertugas melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap kegiatan jasa keuangan untuk ;

1) sektor perbankan,
2) sektor pasar modal,
3) sektor peransuransian, dana pensiun, lembaga jasa pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.

 

Gambar 5.1  : Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

c. Wewenang OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki wewenang sebagai berikut.

1) Terkait khusus pengawasan dan pengaturan lembaga jasa keuangan bank yang meliputi

a) Perizinan untuk pendirian Bank, Pembukaan kantor bank, anggaran dasar, rencana kerja, kepemilikan, kepengurusan dan sumber daya manusia, merger, konsolidasi dan akuisisi bank, serta pencabutan izin usaha bank;
b) kegiatan usaha bank, antara lain sumber dana, penyediaan dana, produk hibridasi,
c) Pengaturan dan pengawasan mengenai mengenai kesehatan bank yang meliputi: likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal minimum, batas maksimum pemberian kredit, rasio pinjaman terhadap simpanan dam pencadangan bank; laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank; sistem informasi debitur; pengujian kredit (credit testing); dan standar akuntansi bank;
d) Pengaturan dan pengawasan mengenai aspek kehati-hatian bank, meliputi; manajemen risiko; tata kelola bank; Prinsi mengenal nasabah dan anti-pencucian uang; dan Pencegah pembiayaan terorisme , dan kejahatan perbankan; serta pemeriksaan bank.

2) Terkait pengaturan lambaga jasa keuangan (bank dan non-bank) meliputi:
a) menetapkan peraturan dan keputusan OJK;
b) menetapkan peraturan mengenat pengawasan di sektor jasa keuangan;
c) menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK;
d) menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap lembaga jasa keuangan dan pihak tertentu;
e) menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada lembaga jasa keuangan;
f) menetapkan struktur organisasi dan inhastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban;
g) Menetapkan peraturan mengenai tata care pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan Peraturan perundang undanga di sektor jasa keuangan

3) Terkait pengawasan lembaga jasa keuangan (bank dan non-bank) meliputi:

a) menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan;
b) mengawasi pelalsanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif;
c) melakukan Pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen dan tindakan lain terhadap lembaga jasa keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan

d) Memberlkan perintah tertulis kepada lembaga jasa keuangan dan atau pihak tertentu;
e) melakukan penunjukan pengelola statuter;
f) menetapkan penggunaan pengelola statuter;
g) menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di sektor jasa keuangan;
h) memberikan dan/ atau mencabut: izin usaha, izin orang perseorangan, efektifnya pemyataan pendaftaran, surat tanda terdaftar, persetujuan melakukan kegiatan usaha, pengesahan, persetujuan atau penetapan pembubaran dan penetapan lain.

3. Bank

Telah kamu ketahui jika lembaga jasa keuangan terdiri atas dua, yaitu bank dan lembaga keuangan bukan bank. Berikut ini Rita akan membahas tentang bank. Pengertian bank menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan adalah
badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

a. Fungsi Bank
Bank memiliki fungsi sebagai berikut.

1) penghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan
2) Penyalur dana pada masyarakat dalam bentuk kredit
3) Pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran uang, seperti pengiriman Uang, inkaso, kartu kredit, dan pelayanan jasa lainnya,

b. Kegiatan Bank

Bank menjalankan dua kegiatan utama, yaitu sebagai penghimpunan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada , masyarakat. Dari kedua kegiatan tersebut, bank mengeluarkan dua produk, yaitu simpanan dan kredit.

1) Simpanan
Simpanan terdiri atas bentuk, antara lain sebagai berikut.

a) Tabungan adalah simpanan di bank yang pengambilannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan kartu ATM. kuitansi. slip penarikan, serta buku tabungan.

b) Giro adalah simpanan di bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, dan sarana perintah pembayaran lainnya.
c) Deposito adalah simpanan di bank , yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, misalnya 3, 6, dan 12 bulan.

Gambar 5.2 : Penarikan uang simpanan (tabungan) melalui ATM

2) Kredit

Menurut UndangUndang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Kredit yang diberikan bank kepada masyarakat hams dianalisis terlebih dahulu, supaya yakin pinjaman yang diberikan akan dikembalikan. Kriteria analisis kredit terdiri atas lima, yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition of economy (5C).

a) Character adalah sifat atau karakter pihak yang akan diberi kredit, apakah dapat dipercaya atau tidak.
b) Capacity adalah kemampuan pihak yang diberi kredit untuk membayar kredit yang diberikan.
c) Capital adalah kemampuan nasabah dalam mengelola modal.
d) Collateral adalah jaminar} yang diberikan nasabah kepada bank.
e) Condition of economy adalah pemberian kredit harus memperhatikan kondisi ekonomi dan politik pada saat itu.

Selain kedua produk tersebut. bank juga memberikan jasa jasa lainnya, antara lain sebagai berikut.

a) Jasa transfer adalah jasa pengiriman uang melalui bank, baik dalam lingkup dalam kota, luar kota, maupun ke luar negeri.
b) Jasa kliring adalah jasa penyelesaian utang piutang antarbank dengan cara saling menyerahkan warkatwarkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring.
c) Jasa jual beli atau penukaran valuta asing.
d) Jasa kartu bank adalah kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank yang diberikan kepada nasabahnya untuk digunakan sebagai alat pembayaran nontunai.
e) Jasa safe deposit box adalah jasa penyimpanan surat surat berharga yang diberikan oleh bank.
f) Jasa bank garansi adalah jasa jaminan pembayaran yang diberikan bank kepada perorangan, perusahaan atau badan lainnya dalam bentuk surat jaminan.
g) Jasa jual be“ ”Oven cheque. Travellers e” cheque adalah Cek perjalanan yang biasanya dipakai oleh mereka yang hendak berpergian.
h) 55a pembukaan dan pelayanan IJC adalah jasa bank yan dikeluarkan untuk memperlancar ekspor impor.
i) Jasa inkaso adalah jasa bank yang digunakan untuk menagih Warkat. warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri.

Jenis-jenis Bank

Bank dikelonipokkan menjadi empat kategori berikut.

1) Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya, bank terdiri atas dua jenis, yaitu bank umum dan BPR.

a) Bank umum adalah bank yang kegiatan usahanya berdasarkan prinsip konvensional clan syariah serta memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
b) BPR adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip konvensional dan syariah namun dilarang memberikan jasa dalam lalu lintaS Dembayaran.

2) Berdasarkan Kepemlilikan Modalnya

Berdasarkan kepemilikan modalnya, bank terdiri atas:

a) bank pemerintah,
b) bank swasta nasional,
c) bank asing,
d) bank koperasi,
e) bank campuran.

3) Berdasarkan Statusnya

Berdasarkan statusnya,
bank terdiri atas dua jenis, yaitu bank devisa dan nondevisa.

a) Bank devisa adalah bank yang memberikan pelayanan transaksi hingga ke luar negeri.
b) Bank nondevisa adalah bank yang hanya memberikan jasa pelayanan perbankan hanya di dalam negeri saja.

4) Berdasarkan Caranya Menentukan Harga
Berdasarkan cara menentukan harga, bank terdiri atas dua jenis, yaitu sebagai berikut.

a) Bank konvensional. Untuk mencari keuntungan, bank konvensional menggunakan dua cara, yaitu dengan menetapkan tingkat bunga tertentu untuk pinjaman maupun simpanan, serta pengenaan fee based atas penggunaan jasa-jasa perbankan lainnya.
b) Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam.

4 Pasar Modal

Pasar modal adalah kegiatan tanda bukti utang yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek

a. Fungsi Pasar Modal penawaran umum dan perdagangan

Pasar modal memiliki fungsi sebagai berikut.
1) Sebagai sarama penambah berharga. seperti seperti surat modal bagi usaha.
2) Sebagai sarana pemerataan pendapatan.
3) Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi.
4) Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja.
5) Sebagai sarana peningkatan pendapatan negara.
6) Sebagai indikator perekonomian negara.

B. Peranan Pasar Modal

Peran pasar modal dalam perekonomian adalah sebagai berikut.

1) Sebagai lembaga intermediasi selain bank.
2) Memungkinkan para pemodal menginvestasikan dananya pada kegiatan bisnis yang menguntungkan.
3) Memungkinkan kegiatan bisnis mendapatkan dana dari pihak luar, dalam rangka perluasan usaha.
4) Memungkinkan kegiatan bisni§ untuk memisahkan operasi bisriis dan ekonomi dari kegiatan keGangan.
5) Memungkinkan para pemegang surat berharga memperoleh dana lancar atau likuiditas dengan menjual surat-surat berharga yang dimiliki kepada pihak lain.

C. Instrumen yang Diperjualbelikan di Pasar Modal

Surat-surat berharga yang dipetjualbelikan di pasar modal adalah sebagai berikut.

1) Saham adalah tanda buktikan kepemilikan modal dan dana pada suatu perusahaan. Saham ada dua macam, yaitu saham biasa dan saham preferen. Saham biasa adalah surat berharga yang dijual oleh perusahaan dimana pemiliknya berhak memperoleh pendapatan berupa dividen yang akan diterima setiap akhir kwartal.
2) Obligasi adalah surat perjanjian atau kontrak antara investor dengan perusahaan yang isinya menyatakan bahwa investor telah meminjamkan sejumlah uang kepada Perusahaan.

d) Mekanisme Transaksi dalam Pasar Modal

Mekanisme transaksi dalam basar modal terdiri atas tiga, yaitu pasar regular, pasar negosiasi, dan pasar tunai.
1) Pasar regular adalah pasar di mana perdagangan efeknya dilakukan dengan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan oleh para anggota bursa efek melalui sistem The Jakarta Automated Fanding Sistem (JATS).
2) Pasar negosiasi adalah pasar yang perdagangan efeknya dilakukan dengan proses tawar-menawar secara langsung dan individual.
3) Pasar tunai adalah yang perdagangan 9,91% dilakukan dengan [3,05% tawar-menawar secara lelang berkesinambungan oleh anggota bursa €ka melalui sistem The Jak Automated Fading Sistem (JATS), di mana penyelesaiannya dilakukan pada hari itu juga.

5. Perasuransian

a. Pengertian Perasuransian
Perasuransian adalah lembaga keuangan yang kegiatan usahanya bergerak dalam bidang asuransi. Menurut UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang pengansuransian, asuransi memiliki pengertian perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis. Yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan atau tanggung jawab:

b) Fungsi Asuransi
Asuransi Berfungsi sebagai pengalih resiko atau risk transfer adalah mengalihkan resiko dari pihak tertanggung kepada pihak penanggung.

C) peran Asuransi
1) antisipasi hilangnya pendapatan sebelum meninggal
2) Antisipasi kehilangan pendapatan sebelum keuntungan dan ‘
3) Dana hari tua.

d). Jenis-jenis. Asuransi
Asuransi dikelompokkan menjadi dua, yaitu dilihat dari fungsinya dan kepemilikannya.
1) Dilihat dari fungsinya, terdiri atas asuransi kerugian, asuransi jiwa, dan reasuransi.
2) Dilihat dari kepemilikannya, terdiri atas asuransi milik pemerintah, asuransi milik swasta nasional, asuransi milik perusahaan asing, dan asuransi milik campuran.

6. Dana Pensiun

a. Pengertian Dana Pensiun
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 50/PMK.010/2012, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjlan yang telah ditetapkan.

b. Fungsi Dana Pensiun

Berikut ini fungsi dana pensnun.

1) Asuransi bagi peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum mencapai usia pensiun.
2) Tabungan bagi pafa peserta.
3) Pensiun bagi para peserta.

Gambar 5.5 : PT Taspen adalah badan usaha kegiatan usahanya mengelola dana pensiun untuk pegawai negeri

Peran Dana Pensiun

Dana pensiun memiliki peran memelihara kesinambungan penghasilan pada hari tua dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, dana pensiun juga sebagai sarana penghimpunan dana, guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional. Dana pensiun dapat menambah motivasi dah ketenangan kerja sehingga meningkatkan produktivitas.

7. Lembaga Pembiayaan
a. Pengertian Lembaga Pembiayaan
Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana modal.

b. Peran lembaga Pembiayaan
Lembaga pembiayaan berperan sebagai sumber pembiayaan alternatif yang memiliki kemampuan untuk menunjang pertumbuhan perekonomian nasional. Lembaga pembiayaan juga berperan dalam pembangunan nasional, di mana lembaga ini diharapkan dapat mengatasi masalah permodalan yang dihadapi oleh masyarakat, baik itu individu maupun badan usaha.

c. Jenis-jenis Lembaga pembiayaan
Berikut ini jenis-jenis lembaga pembiayaan:

1) Sewa Guna Usaha
Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dengan menyediakan barang modal baik dengan hak opsi maupun tanpa hak opsi untuk digunakan oleh penyewa guna usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara angsuran.

2) Anjak Piutang
Anjak piutang adalah perusahaan yang kegiatannya melakukan penagihan atau pembelian, atau pengambilalihan atau pengolahan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan.

3) Usaha Kartu Kredit
Usaha kartu kredit adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan pembiayaan untuk pembelian barang dan/atau jasa dengan menggunakan kartu kredit.

4) Pembiayaan Konsumen Pembiayaan
konsumen adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran setiap bulan.

5) Modal Ventura
Modal ventura adalah badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan.

Pegadaian

a. Pengertian Pegadaian

Pegadaian adalah lembaga keuangan bukan bank yang memberikan kredit kepada masyarakat dengan sebuah cara khusus yaitu hukum gadai.

b. Fungsi Pegadaian

Pegadaian memiliki fungsi sebagai berikut
1) Menciptakan dan mengembangkan usaha usaha lain yang menguntungkan bagi pegadaian maupun kepada masyarakat.
2) Mengelola penyaluran uang maman atas dasar hukum gadai dengan cara mudah cepat, aman dan hemat. ,
3) Mengelola keuangan perlengkapan kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
4) Melakukan penelitian dan pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian.
5) Mengelola organisasi, tata kerja, dan tata laksana pegadaian.
6) Membina pola perkreditan agar benar-benar terarah dan bermanfaat dan bila perlu memperluas darah operasinya.
7) Berperan serta dalam mencegah adanya pemberian yang tidak wajar, pegadaian gelap, dan praktik riba.

c. Peran pegadaian
Berikut ini peran pegadaian.
1) Mencegah adanya praktik ijon, pegadaian gelap, dan pinjaman tidak wajar
2) lkut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan program pembangunan nasional pada umumnya penyaluran uang pembiayaan/pinjaman atas dasar hukum gadai.
3) Pemanfaatan gadai bebas bunga pada gadai syariah memiliki efek jaring pengaman sosial karena masyarakat yang butuh dana mendesak tidak lagi dijerat oleh pinjaman dengan pembiayaan bebas bunga.

d. Jenis Pegadaian
Pegadaian terdiri atas dua jenis, yaitu pegadaian konvensional dan pegadaian syariah. Pegadaian konvesional merupakan pegadaian yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip konvensional. Sementara itu, pegadaian syariah, merupakan pegadaian yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

e. Produk Pegadaian
Produk-produk yang diberikan pegadaian adalah
1) Jasa taksiran barang berharga.
2) Jasa penitipan barang berharga berharga.
3) Pemberian kredit pada karyawan.
4) Bekerjasama dengan pihak ketiga dalam kegiatan usaha

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
Buka Chat
Perlu Penjelasan?
Hallo Siswa/i SMAN 1 Sinaboi?
Apa yg bisa kami Bantu ?