14

BAB 2

Pertumbuhan dan perkembangan Ekonomi

Materi Pokok Pembelajaran

Materi yang dipelajari pada Bab 2 di antaranya sebagai berikut.
1. Pertumbuhan Ekonomi.
2. Pembangunan Ekonomi

B. Indikator Pembelajaran

1. Menjelaskan konsep pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
2. Menghitung laju pertumbuhan ekonomi.
3. Mencoba memecahkan masalah pembangunan ekonomi di Indonesia.

Materi Pembelajaran

1. Pertumbuhan Ekonomi

a. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Produk domestik bruto yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya merupakan indikator pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ékonomi adalah proses perubahan perekonomian suatu negara menuju ke arah yang lebih baik selama periode tertentu.

b. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi setiap negara berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

1) Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah subjek pertumbuhan ekonomi. Sumber daya manusia yang berkualitas akan meningkatkan produktivitas. Pertumbuhan ekonomi akan meningkat seiring dengan meningkatnya produktivitas.

2) Sumber daya ‘Alam
Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara akan memengaruhi pertumbuhan ekonominya. Namun, kekayaan sumber daya alam perlu diimbangi dengan kualitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu menciptakan mesin-mesin dan metodemetode yang canggih untuk mengelola sumber daya alam yang tersedia, sehingga produktivitas akan meningkat.’ Hal ini akan berimbas pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

3) Kapital atau Barang Modal
Barang modal berperan sebagai alat pendorong pertumbuhan ekonomi. Barang modal terdiri atas mesin-mesin, sumber daya alam, dan sumber daya manusia. Ketiganya berhubungan erat dalam meningkatkan produktivitas barang maupun jasa. Produktivitas yang meningkat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

4) Kemajuan llmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menciptakan mesinV’ mesin yang canggih. Mesin-mesin yang canggih akan meningkatkan produktivitas yang berdampak pada meningkatnya pertumbphan ekonomi.

c. Perhitungan Laju Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dapat dihitung dengan membandingkan produk domestik bruto tahun yang sedang berjalan dengan produk domestik bruto tahun sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan rumus berikut.

R(t-l,t) PDBt -PDB t-1 X 100%
=
PDBt-1

Keterangan

R  = Tingkat Pertumbuhan ekonomi dalam persen

PDBt   = Produk Domestik Bruto tahun berjalan

PDB t-1  = Produk Domestik Bruto Tahun sebelumnya

d. Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori pertumbuhan ekonomi terdiri atas lima aliran, yaitu Aliran Klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik, dan Neo Keynesian. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

1) Teori Aliran,Klasik
Teori aliran klasik dianut oleh Adam Smith, David Ricardo, dan Thomas Robert Malthus. Ketiga tokoh tersebut memiliki pendapat yang berbedabeda. Untuk lebih jelasnya, cermatilah penjelasan berikut.

a) Adam Smith
Menurut Adam Smith, terdapat h‘ga hal yang mémengaruhi pertumbuhan ekonomi antara lain:

(1) akumulasi modal yang berasal dari dana tabungan,
(2) spesialisasi pekerja, dan
(3) pasar yang luas.

Ketiga hal tersebut akan meningkatkan produktivitas sehingga pendapatan nasional meningkat. Naiknya produktivités ini juga disertai_dengan terbatasnya silmber daya yang tersedia sehingga mengakibatkan pendapatan nasional menurun. Hal sesuai dengan hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang (law of diminishing return). Pada tingkat inilah pertumbuhan ekonomi terhenti.

b) David Ricardo

David Ricardo berpendapat bahwa dalam perekonomian terdiri atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.

(1) Golongan kapitalis yang menginvestasikan uangnya dan memimpin jalannya proses produksi.

(2), Golongan buruh yang bekerja pada golongan kapitalis.

(3) Golongan tuan tanah pemilik faktor produksi berupa tanah.

Adanya ketiga golongan tersebut mengakibatkan pendapatan nasional terbagi menjadi tiga pula, yaitu upah, sewa, dan keuntungan. Upah untuk bumh, sewa untuk tuan tanah, dan keuntungan untuk golongan kapitalis. Pémbagian pendapatan nasional ini dimaksudkan untuk mengetahui bagian pendapatan yang manakah yang mempunyai pengaruh paling besar_dalam pertumbuhan ekonomi, Keuntungan merupakan bagian yang paling ‘ berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Bila keuntungan yang diperoleh besar, maka partumbuhan ekonomi akan semakin pesat pula. .

David Ricardo juga membagi penerimaan menjadi dua, yaitu penerimaan neto dan penerimaan bruto. Dari kedua penerimaan tersebut, permintaan netolah yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun penerimaan neto lama-kelamaan akan berkurang dengan berlakunya hukum hasil yang semakin berkurang.

Hukum hasil yang semakin berkurang ini disebabkan oleh berkurangnya kesuburan tanah. Selain itu penerimaan juga berkurang, karena sewa tanah dan upah buruh yang semakin naik.

c) Thomas Robert Malthus

Thomas Robert Malthus berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh kenaikan jumlah penduduk dan kapital untuk investasi. Kepadatan penduduk akan meningkatkan jumlah permintaan. Namun, kepadatan penduduk yang tidak . disertai dengan kenaikan faktor-faktor lain tidak akan menyebabkan permintaan. Pertambahan jumlah penduduk saja, akan menyebabkan upah berkurang. Upah berkurang mengakibatkan biaya produksi turun dan keuntungan golongan kapitalis meningkat. Peningkatan ini tidak akan berlangsung lama, karena permintaan efektif akan menumn seiring dengan turunnya upah. Oleh karena itu Malthus berpendapat bahwa selain pertumbuhan penduduk, masih ada peningkatan kapital yang terus-menerus yang juga turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Peningkatan kapital terus-menerus didapatkan dari sebagian upah tenaga kerja yang ditabung. Tabungan tersebut akan digunakan sebagai kapitall Kapital akan diipvestasikan saat ada permintaan investasi. Meningkatnya investasi akan meningkatkan pendapatan nasional sehingga pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan.

2) Teori Karl Marx

Karl Marx mefnbagi perkembangan ekonomi menjadi lima tahap, yaitu sebagai berikut.

a) Perekonomian Komunal Primitif
Pada tahap ini, alat alat produksi yang digunakan masih sederhana dan dimiliki bersama sama. Seiring dengan majunya alat alat produksi, muncullah dua golongan, yaitu golongan kapitalis dan golongan buruh

b) Perekonomian Perbudakan

tahap adalah kelanjutan dari tahap sebelumnya. Pada tahap ini para majikan memberikan upah yang kecil pada para buruh, sehingga keuntungan yang didapatkannya sangat besar. Hal ini menyebabkan pertentangaan ‘ majlkan dan buruh. 9 d1 antara

c) Perekonomian Feodal

Pertentangan antara buruh dan majikan menyebabkan pemberontakan yang dilakukan oleh para buruh. Para buruh akhimya mendapatkan kebebasan dan menempatkan diri sejajar dengan bekas majikannya. Setelah tahap perbudakan, muncullah kaum feodal yang memiliki banyak faktor produksi bempa tanah.Tanah tersebut diketjakan oleh para buruh. Perekonomian feodal mengalami kemunduran karena beberapa hal berikut.

(1) Banyaknya penduduk yang melakukan migrasi dari desa ke kota.
(2) Adanya persaingan antara industri besar dengan industri kecil.
(3) Adanya ekspansi transportasi, perdagangan, penemuan teknologi, serta pasar-pasar internasional baru untuk memenuhi kepentingan kelas baru, yaitu kelas bisnis atau yang biasa disebut kelas borjuis.
(4) Munculnya negara-negara yang tidak bersistem kenegaraan.

d) Perekonomian Kapitalis

Pada tahap ini, golongan kapitali dan buruh muncul kembali namun dalam intensitas yang lebih tinggi. Selain itu juga muncul mesin-mesin produksi van canggih dan modern yang mengakibatkan upah buruh turun dan keuntungan golongan kapitalis meningkat.

Tahap perekonomian kapitalis runtuh, karena semakin lama permintaan menurun yang disebabkan oleh turunnya upah buruh. Menurunnya permintaan menyebabkan banyak buruh yang di-PHK sehingga menimbulkan pengangguran. Kondisi ini menyebabkan kaum proletar memberontak dan mengambil alih kendali atas kapital dan mendirikan sosialisme.

e) Perekonomian Sosialis
Tahap perekonomian sosialis dicirikan dengan kepemilikkan bersama atas alat-alat produksi. Alat-alat produksi yang digunakan lebih modern daripada tahap kapitalis.Tahap sosialis ini memungkinkan persamaan dalam konsunisi dan produksi.

3) Teori Schumpeter
Joseph Schumpeter menekankan bahwa pengusaha berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Pengusaha akan berusaha menemukan inovasiinovasi baru untuk meningkatkan keuntungan yang diperolehnya. Inovasiinovasi tersebut membutuhkan banyak modal. Modal didapatkan pengusaha dengan mengajukan pinjaman modal untuk melakukan investasi. Meningkatnya investasi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi menyebabkan suli’mya melakukan inovasi dan akibatnya pertumbuhan ekonomi melambat. Dengan demikian, kemandekan pertumbuhan ekonomi berada pada tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Gambar 2.2 : Joseph Schumpeter

4) Teori Neo Keynes
Teori ini adalah perluasan dari teori John Maynard Keynes. Dua ahli yang memperluas teori ini adalah Harrod dan Domar. Teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Harrod dan Domar didasarkan pada tujuh asumsi berikut.

a) Barang modal yang tersedia telah digunakan secara penuh.
b) Perbandingan antara barang modal dengan pendapatan dianggap tetap.
c) Tinglfat harga umum tetap.
d) Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam perekonomian. ‘
e) Besarnya rata-rata tabungan sama dengan besamya fluktuasi pendapatan nasional.
f) tidak terjadi penyusutan pada barang modal.
g) Tingkat bunga tetap.

lnvestasi akan menyebabkan peningkatan barang. Penambahan barang modal dapat digunakan secara penuh dengan penambahan pengeluaran. Besamya penambahan pengeluaran ini hams sama dengan besarnya penambahan barang modal. Meningkatnya pengeluaran akan meningkatkan pendapatan nasional. Naiknya pendapatan nasional menyebabkan pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan.

5) Teori Neo Klasik
Teori Neo Klasik menggantikan teori klasik yang telah ada sebelumnya. Teori ini mengasumsikan hal berikut.
a) Perkembangan ekonomi berlangsung setahap demi setahap.
b) Adanya akumulasi modal.
c) Perkembangan ekonomi adalah proses yang harmonis dan bertambah sedikit demi sedikit serta melipufi semua faktor yang terkait di dalamnya tumbuh secara bersamasama.
d) Aliran neo klasik yakin bahwa penghainbat perkembangan ekonomi, yaitu terbatasnya sumber daya dapat diatasi dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada,
e) Bertambah luasnya pasar. Adanya pasar yang luas memungkinkan produksi secara besar-besaran yang mengakibatkan naiknya produktivitas.

2. Pembangunan Ekonomi
a. Pengertian Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah proses untuk menaikkan pendapatan nasional suatu negara atau daerah melebihi tingkat pertumbuhan penduduknya. Pembangunan ekonomi berbeda dengan pertumbuhan ekonomi. pembangunan ekonomi memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Jika pertumbuhan ekonomi hanya menekankan pada peningkatan Pendapatan nasional saja, pembangunan ekonomi menekankan pada pendapatan nasional dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk atau yang dikenal dengan pendapatan per kapita.

b. Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Perencanaan pembangunan adalah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan perekonomian nasional, seperti pengurangan pengangéuran, pengurangan kemiskinan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi.

fungsi dari perencanaan pembangunan ekonomi adalah ssbagai berikut.
1) Pedoman dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan ekonomi.
2) Memprfzdiksi potensi dan risiko yan akan dlhadapi di masa mendatang
3) Memberikan kesempatan untuk mengadakan pilihan yang terbaik.
4) Pedoman untuk menyusun skala prioritas berdasarkan kepentingan tujuan yang hendak dicapai.
5) Sebagai standar untuk mengadakan pengawasan evaluasi.

c. Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Sistem Ekonomi

Perencanaan pembangunan ekonomi setiap negara berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sistem ekonomi yang dianut. Berikut ini perencanaan pembangunan ekonomi suatu negara berdasarkan sistem ekonomi yang dianutnya.

1) Perencanaan Pembangunan Ekonomi di Negara Sosialis
Perencanaan pembangunan ekonomi di negara yang menganut sistem ekonomi sosialis meliputi semua sektor perekonomian. Tujuan perencanaan hams dipatuhi oleh seluruh kementerian dan semua perusahaan yang ada dalam sektor tersebut. Dalam sistem ini, konsumen dan produsen tidak memiliki kebebasan untuk memilih barang dan jasa yang akan dikonsumsi maupun diproduksi.

2) Perencanaan Pembangfmap Ekonomi di Negara Kapitalis
Perencanaan pembangunan ekonomi di negara kapitalis hanya berupaya rangsangan terhadap pihak swasta tidak kehilangan kebebasan untuk memilih barang atau jasa yang akan diproduksi.

3) Perencanaan Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang
Perencanaan pembangunan di negara berkembang merupakan gabungan dari kebaikan sistem sosialis dan sistem kapitalis. Hal ini berarti pemerintah dan swasta sama-sama memiliki peran dalam kegiatan ekonomi.

d. Jangka Waktu Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Perencanaan pembangunan ekonomi memiliki tiga jangka waktu, antara lain sebagai berikut.
1) Rencana jangka pendek berlangsung selama satu tahun.
2) Rencana jangka menengah berlangsung selama lima tahun.
3) Rencana jangka panjang berlangsung selama 15 atau 20 tahun.

e. Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi antara lain sebagai berikut.
1) Pendapatan per kapita.
2) Struktur ekonomi.
3) Urbanisasi.
4) Angka tabungan.
5) lndeks kualilas hidup.
6) lndeks pembangunan manusia.

f. Masalah Pembangunan Ekanomi dan Upaya Mengatasinya

Pembangunan ekonomi semua negara di dunia, terutama negara berkembang tidak luput dari berbagai masalah, antara lain sebagai berikut.

1) Pertumbuhan penduduk yang tinggi
2) tingkat kemiskinan yang tinggi.
2) Distribusi pendapatan yang tidak merata.

Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.

1) Pemerintah melaksanakan program program perencanaan keluarga.
2) Pemerintah berupaya memberikan kredit untuk penduduk miskin supaya dapat melakukan investasi, seperti pembelian alaf-alat pertanian yang modern atau pembelian bibit unggul.
3) Pemerintah memberikan pendidikan serta pelatihan-pelatihan sumber daya manusia.
4) Mendirikan industri padat karya.
5) Perbaikan pelayanan késehatan dan gizi untuk masyarakat umum:

BAB 3
Permasalahan ketenagakerjaan dalam

pembangunan ekonomi

A. Materi Pokok Pembelajaran

Materi yang dipelajari pada Bab 3 di antaranya sebagai berikut.

1. Konsep Ketenagakerjaan.
2. Sistem Upah.
3. Pengangguran.

Indikator Pembelajaran
1. Menjelaskan konsep Ketenagakerjaan
2. Mendeskripsikan masalah ketenagakerjaan.
3. Menghitung tingkat pengangguran.
4. Mencoba memecahkan masalah pengangguran.

C. Materi Pembelajaran

1. Konsep Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan merupakan segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja, baik sebelum bekerja maupun sesudah bekerja. Hal yang dibahas sebelum bekerja adalah pemagangan, info lowongan pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal yang dibahas setelah bekerja adalah upah, jaminan sosial, serta keselamatan kerja.

a. Pengertian Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Kesempatan Kerja
1) Menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Tenaga kerja dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.
a) Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang keahlian dan keterampilan nya diperoleh dari pendidikan formal maupun informal.
b) Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang keahlian dan keterampilannya dibidang tertentu didapatkan melalui latihan atau pengalaman.
c) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang hanya mengandalkan tenaga saja untuk bekerja.

2) Pengertian Angkatan Kerja

Angkatan Kerja adalah penduduk dalam usia kerja atau 15 tahun hingga 64 tahun baik yang sedang bekerja maupun yang belum bekerja. Selain angkatan kerja, terdapat pula bukan angkatan kerja. Bukan angkatan kerja adalah penduduk yang dianggap tidak mampu dan tidak mau untuk bekerja. Penduduk yang bukan tergolong angkatan kerja antara lain.
a) Golongan yang sedang bersekolah,
b) lbu rumah tangga,
c) penduduk yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun, serta
d) pengangguran sukarela.

3) Pengertian Kesempatan Kerja
Kesempatan kerja adalah kondisi menunjukkan tersedianya Iapangan bagi orang yang sanggup dan mampu untuk bekerja. Kesempatan kerja yang tersedia akhir-akhir ini sangat terbatas. Hal ini disebablwn oleh kesempatan kerja tidak sebanding dengan banyaknya jumlah angkatan kerja. Cara yang paling tepat untuk menQatasi masalah ini adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

b. . Masalah-masalah Ketenagakerjaan

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
1) Kualitas tenaga kerja yang rendah,
2) Tidak sebandingnya jumlah angkatan kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia.
3) Penyebaran tenaga kerja yang tidak merata.
4) Tingkat pengangguran yang tinggi.

c. Upaya-upaya Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja

Rendahnya kualitas tenaga kerja di Ihdonésia perlu segera diatasi. Berikut ini upaya – upaya peningkatan kualitas tenaga kerja.
1) Menyediakan pendidikan formal mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
2) Meningkatan kesehatan dan gizi masyarakat.
3) Mengadakan pelatihan-pelatihan tenaga kerja.
4) Memberikan inelatihan keterampilan kepada para pencari kerja.
5) Mengirim tenaga kerja ke luar negeri.

2. Sistem Upah

a. Pengertian Upah

Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan pemndéng-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

b. Upah Minimum Regional
Upah Minimum Regional (UMR) merupakan upah bulanan terendah ‘ yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang berlaku dalam satu provinsi. Penggunaan singkatan UMR sendiri umumnya mengacu pada “UMR Tingkat l”.

UMR terdiri atas dua, yaitu UMR Tingkat 1 dan UMR ngkat ll. UMR Tlngkat I merupakan upah minimum ‘ yang berlaku di suatu provinsi yang bisa disebut dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). UMR ngkat ll merupakan upah minimum yang berlaku di wilayah kabupaten/kota yang disebut Upah minimum Kabupaten/Kota (UMK).

C. Komponen Upah Tenaga Kerja Komponen upah pokok, tunjangan tetap dan bonus adalah suatu imbalan dasar yang telah dibayarkan kepada buruh menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan perjanjian. Tunjangan tetap misalnya tunjangan jabatan. Bonus adalah pembayaran yang diterima buruh dari hasil keuntungan perusahaan atau karena prestasi.

d. Upah Lembur
Seorang karyawan terkadang beketja melebihi jam kerjanya dalam satu hari saat menyelesaikan pekerjaannya. Jam kerja dalam sehari menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut.
1) 7 jam untuk 1 hari kerja atau 40 jam untuk 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu.
2) 8 jam untuk 1 hari kerja atau 40 jam untuk 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja tersebut, berarti ia bekerja lembur. Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

Pengusaha yang mempekerjakan karyawannya melebihi jam kerja, harus membayar upah lembur. Upah lembur yang dihitung dengan rumus sebagai berikut ;

Upah Lembur = 1 X Upah Selama 1 Bulan
173

 

Perhitungan upah lembur per jam berbeda-beda tergantung upah yang diterimanya. Apabila upah terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap, maka dasar perhitungan upah lemburya 100% dari upah yang diterimanya. Apabila upah terdiri atas upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, maka dasar perhitungan upah lemburnya adalah perbandingan antara upah pokok dan tunjangan tetap dibandingkan dengan upah total dikali 100%. Jika hasil yang didapatkan kurang dari 75%, maka dasar perhitungannya dihitung 75% dari total upah yang didapatkannya.

3. pengangguran
a. Pengertian Pengangguran
Salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh negara berkembang adalah pengangguran. Pengangguran adalah orang atau angkatan kerja yang belum bekerja atau sudah bekerja tetapi belum penuh. Pengangguran timbul karena peningkatan jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan peningkatan jumlah lapangan kerja yang tersedid. .

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan rhmus sebagai berikut.

b. Jenis Pengangguran
Jenis-jenis pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya adalah sebagai berikut.

1) Pengangguran konjungtur/siklis, yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian.
2) Pengangguran struktural, yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi suatu negara. .
3) Pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja.
4) Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi akibat pergantian musim.
5) Pengangguran teknologi, terjadi karena adanya kemajuan teknologi/ mekanisasi.
6) Pengangguran voluntary (sukarela), terjadi karena adanya orang yang sesungguhnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela dia’tidak mau bekerja, karena mungkin sudah cukup dengan kekayaan yang dimiliki.

Jenis pengangguran berdasarkan sifatnya adalah sebagai berikut.
1) Pengangguran terbuka, yaitu angkatan kerja yang benar-benar tidak mempunyai pekerjaan.
2) Setengah menganggur, yaitu angkatan kerja yang bekerja di bawah jam normal.
3) Pengangguran terselubung, yaitu angkatan kerja yang bekerja tidak optimal sehingga terjadi kelebihan tenaga kerja.

c. Dampak Pengangguran Pengangguran menimBulkan dampak sebagai berikut.

1) Menurunkan penerimaan negara dari pajak penghasilan.
2) Menurunkan aktivitas perekonomian‘
3) Banyaknya tindak kriminal.
4) Banyak bermunculan tunawisma.
5) Menimbulkan kerawanan sbsial.

d. Cara Mengatasi Dampak Pengangguran
Cara untuk mengatasi dampak pengangguran adalah sebagai berikut.
1) Mengontrol pertumbuhan penduduk.
2) Mengurangi migrasi dari desa ke kota dengan membangun daerah pedesaan.
3) Penggunaan teknologi yang padat karya.
4) Mengurangi penyimpangan harga faktor produksi tenaga kerja dan barang modal.

BAB 4

indeks Harga, Inflasi, Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

A. Materi Pokok Pembelajaran

Materi yang dipelajari pada Bab 4 yaitu sebagai berikut.

1. lndeks Harga.
2. Infiasi.
3. Permintaan Uang dan Jumlah Uang yang Beredar. ‘
4. Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

B. Indikator Pembelajaran

1. Menjelaskan konsep indeks harga, inflasi permintaan uang, jumlah uang yang beredar, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal.
2. Menghitung indeks harga dan laju Inflasi
3. Menganalisis data mengatasi masalah inflasi.

C. Materi Pembelajaran

1. lndeks Harga

lndeks harga adalah ukuran yang menunjukkan pembahan-perubahan harga dari waktu ke waktu. Dalam perekonomian, indeks harga memiliki peran sebagai berikut.

a. Sebagai dasar dalam membuat kebijakan ekonomi seperti kebijakanfiskal dan moneter.
b. Sebagai pedoman untuk pembelian berbagai jenis barang.

a. Jenis-jenis lndeks Harga

lndeks harga terdiri atas empat jenis, yaitu indeks harga konsumen, indeks harga perdagangan besar atau indeks harga produksi, indeks harga yang harus “ dibayar dan diterima petani, dan indeks harga implisit. Berikut penjelasannya.

1) lndeks Harga Konsumen

lndeks Harga Konsumen (IHK) menggambarkan pembahan harga suatu barang dan/atau jasa yang dibeli konsumen. lndeks harga ini memuat data tentang harga barang dan/atau jasa yang dikumpulkan dari berbagai daerah/kota. Data ini menggambarkan
perilaku keluarga konsumen dalam membelanjakan pendapatannya untuk makanan, pakaian, perumahan, dan aneka barang atau jasa. IHK dapat digunakan dalam mengukur tingkat kemakmuran suatu negara, penentuan penyesuaian gaji, upah, uang pensiunan, dan kontrak lainnya.

2) Indeks harga Produksi atau indseks Harga perdagangan
Indeks harga Produksi atau indseks Harga perdagangan besar adalah perbandingan harga barang dan/atau jasa yang dibeli produsen pada waktu tertentu, meliputi bahan mentah dan bahan setengah jadi.

3) lndeks Harga yang Harus Diterima dan Dibayar oleh Petani lndeks harga yang harus diterima dan dibayar oleh petani adalah indeks harga yang menggambarkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani, baik kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun prdses produksi pertanian yang meliputi pupuk, benih, dan obat-obatan.

4) lndeks Harga Implisit
lndeks harga implisit adalah indeks harga yang digunakan untuk menentukan tingkat inflasi dari waktu ke waktu.

b. Metode Perhitungan Indéks Harga
Perhitungan indeks harga terdiri atas dua metode, yaitu metode tertimbang dan metode tidak tertimbang. Metode tidak tertimbang merupakan metode perhitungan indeks harga yang tidak mehggunakan faktor penimbang. Sementara itu, dalam metode tertimbang menggunakan faktor penimbang.

1) Metode Tidak Tertimbang
Perhitungan indeks harga dengan metode tidak tertimbang terdiri atas dua metode, yaitu metode agregatif sederhana dan metode rata’rata relatif harga.

2. Inflasi
Indeks harga yang telah anda pelajari sebelumnya dapat digunakan untuk menghitung laju inflasi, Apakah yang dimaksud dengan inflasi? inflasi adalah proses kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus.

a. Penyebab Inflasi
Inflasi terjadi karena dua penyebab, yaitu naiknya permintaan dan naiknya biaya produksi.

1) Naiknya Permintaan
Kenaikan permintaan barang ataupun jasa yang tidak disertai dengan perubahan penawaran akan menyebabkan harga barang naik.

2) Naiknya Biaya Produksi
Naiknya biaya produksi dapat menyebabkan inflasi. Kenaikan biaya produksj seperti upah tenaga kerja, dan harga bahan baku, serta bahan penolong akan menyebabkan harga b.arang ataupun jasa yang dihasilkan naik, sehingga terjadi inflasi.

b. Jenis-jenis – lnf1asi
Inflasi dikelompokkan menjadi tiga, slaitu berdasarkan tingkat keparahannya, berdasarkan penyebabnya, dan berdasarkan sumbernya.
1) Berdasarkan Tingkat Keparahannya
Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Inflasi ringan adalah inflasi yang persentasenya berada di bawah 10%.
b) Inflasi sedang adalah inflasi yang persentasenya antara 10%-30%.
c) Inflasi berat adalah inflasi yang persentasenya antara 30%-100%.
d) Inflasi sangat berat adalah inflasi yang persentasenya di atas 100%.

2) Berdasarkan Penyebabnya
Berdasarkan penyebabnya, inflasi terdiri atas dua jenis, yaitu demand-pull Inflation dan cost-pull inflation.

a) Demand-pull inflation adalah inflasi yang terjadi karena naiknya permintaan yang tidak disertai dengan naiknya penawaran.
b) Cost-push inflation adalah inflasi yang terjadi karena kenaikan biayabiaya produksi.

3) Berdasarkan Sumbernya
Berdasarkan sumbernya, inflasi terdiri atas dua jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Domestic inflatiori adalah inflasi yang terjadi karena faktor-faktor dalam negeri, seperti jumlah uang yang beredar dan ketidakstabilan kondisi alam.
b) Imported inflation adalah inflasi yang terjadi karena faktor yang berasal dari luar negeri. Misalnya, banyaknya barang modal dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri, menyebabkan harga barang hasil produksi naik sehingga tetjadi inflasi.
c. Perhitungan Laju Inflasi Inflasi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

d. Dampak Inflasi Berikut ini dampak yang ditimbulkan dari inflasi.

1) Pada saat inflasi ringan, penguéaha akan terdorong memperluas produksinya yang berarti banyak membutuhkan tenaga kerja.
2) orang yang berpenghasilan tetap hanya dapat membeli barang dan jasa dalam jumlah sedikit.
3) Menurunya devisa karena menurunya nilai ekspor.
4) Banyak barang yang langka di arena adanya ketakutan harga barang akan mengalami kenaikan dari hari ke hari.
5) Menurunnya minat masyarakat untuk menabung karena lebih tertarik untuk membelanjakan uangnya.

e. Kebijakan untuk Mengatasi Inflasi

Kebijakan untuk mengatasi inflasi terdiri atas kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan non moneter.

1) Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter yang diambil agar dapat mengatasi inflasi adalah sebagai berikut.

a) Operasi Pasar Tenbuka Pemerintah menjual surat-surat berharga secara terbuka kepada masyarakat supaya jumlah uang yang beredar berkurang sehingga inflasi dapat diatasi.

b) Menaikkan Suku Bunga Tabungan
Pemerintah menaikkan suku bunga tabungan supaya masyarakat tertarik untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga uang yang beredar dimasyarakat dan inflasi dapat diatasi.

c) Meningkatkan Persediaan uang Kas di Bank
Pemerintah melalui bank sentral meningkatkan persediaan uang kas di bank, sehingga jumlah uang yang diedarkan oleh bank berkurang dan inflasi dapat diatasi.

2) Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal yang diambilpemerintah untuk mengatasi inflasi adalah sebagai berikut.

a) Menekan dan Menghemat Pengeluaran Negara

Pemerintah menekan pengeluaran untuk belanja barang supaya permintaan mengalami penumnan. Dengan menurunnya permintaan, harga barang juga akan mengalami penumnan sehingga inflasi juga dapat me’nurun.

b) Menaikkan Tarif Pajak

Pemerintah menaikkan tarif pajak untuk rumah tangga dan perusahaan dengan harapan tingkat konsumsi masyarakat akan menurun. Menurunnya permintaan akpn menurunkan harga barang ataupun jasa yang mengakjbatkan inflasi akan mengalami penurunan.

3) Kebijakan Non moneter
Kebijakan nonmoneter yang diam?l pemerintah antara lain:
a) menaikkan hasil produksi
b) menstabilkan upah, dan
c) melakukan pengawasan harga da“ distribusi barang.

3. Permintaan Uang dan Jumlah Uang yang Beredar
lnflasi berhubungan erat dengan permintaan uang dan jumlah uang yang beredar. Berikut ini akan Anda pelajari tentang teori permintaan uang dan jumlah uang yang beredar.

a. Teori Permintaan Uang
Banyak orang yang memilih menyimpan kekayaénnya dalam bentuk uang. Apa yang menyebabkan banyak orang menyimpan kekayaannya dalam bentuk uang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pelajarilah teori permintaan uang berikut

1) Teori Permintaan Uang Klasik Teori ini dikeluarkan oleh Irvin Fisher dan Alfred Marshall.

a) Irving Fisher
Irving Fisher merumuskan teori permintaan uang sebagai berikut.

M x V = P x T

Keterangan:
M = jumlah uang yang beredar
V = kecepatan pérputaran uang
P = harga barang
T = volume barang yang diperdagangkan

1)) Alfred Marshall

Berikut ini rumus teori permintaan yang dikemukakan oleh Marshall.

M = k x Y

Keterangan: M = jumlah uang yang beredar
Y = pendapatan nasional
k = koefisien yang mengatur keseimbangan antara sisi persamaan

2 Teori Keynes

Permintaan uang menurut Ke nes aga a jumlah uang yang diminta mas arakat untuk keperluan transaksi, berjaga-jaga, dan untuk spekulasi.

a) Motif Transaksi
Individu maupun perusahaan membutuhkan uang kas untuk melakukan transaksi dalam memenuhi kebutuhannya.

b) Motif Berjaga-jaga
Seseorang memhutuhkan uang untuk berjaga-jaga. Hal ini karena adanya beberapa transaksi yang bersifat mendadak dan tidak dapat diprediksi.

C) Motif spekulasi
bertujuan memperoleh keuntungan dengan mengetahui secara baik situasi pasar yang akan terjadi di masa yang akan datang. Permintaan uang untuk tujuan spekulaSle dl pengaruhi oleh tingkat bunga Semakin tinggi tingkat bunga, semakin rendah keinginan masyarakat untuk menyimpan uang kas, begitupun sebaliknya.

b. Faktoraktor yang Memengaruhi Permintaan Uang

Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan uang, di antaranya sebagai berikut.
1) Kekayaan masyarakat. Semakin kaya suatu masyarakat, permintaan terhadap uang akan semakin besar
2) Tersedianya fasilitas kredit di bank menyebabkan permintaan terhadap uang kas semakin menumpuk
3) Keyakinan akan pendapatan d1 m yang akan datang menyebabkan permintaan uang rendah
4) Adahya perkiraan tentang harga barang di masa yang datang menyeb‘abkan permintaan Uang berkurang. Sementara itu, adanya perkiraan harga yang tinggi akan menyebabkan permintaan uang bertambah.
5) Tersedianya banyak alternatif kekayaan menyebabkan permintaan uang kas menjadi turun dan sebaliknya.
6) Banyaknya sistem pembayaran secara tunai menyebabkan permintaan uang kas semakin tinggi

c. Jumlah Uang yang Beredar

Jumlah uang yang beredar gdalah jumlah uang yang berada di tangan masyarakat. Uang yang beredar dapat didefinisikan dalam arti sempit (M1) dan dalam arti luas (M2).

Jumlah uang yang beredat di masyarakat dalam arti sempit dapat dirumuskan sebagai berikut.

M1 = C + D

Keterangan:
M1 = jumlah uang yang beredar dalam arti sempit
C = uang kartal (uang logam dan uang kertas)
D = uang giral atau cek

Rumus jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam arti luas adalah sebagai berikut

M2 = M1 + TD

Keterangan:
M2 = jumlah uang yang beredar dalam arti luas
M1 = jumlah uang yang beredar dalam arti sempit
TD = deposito berjangka

4 Kebijakan Moneter dan kebijakan fiskal
a. Kebijakan Moneter
1) Pengertian dan Jenis Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar melalui Bank Sentral yaitu Bank Indonesia. Kebijakan Moneter terdiri atas kebijakan Moneter yang bersifat ekspansif ( monetery expansive policy) dan kebijakan moneter yang bersifat kontraktif ( monetary contractive policy)

a) Kebijakan moneter yang bersifat ekspansif adalah kebijakan moneter yang dilakukan untuk menambah jumlah uang yang beredar
b) Kebijakan moneter yang bersifat kontraktif adalah kebijakan moneter yang dilakukan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.

2) Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan kebijakan moneter adalah sebagai berikut ;
a) Menciptakan stabilitas ekonomi
b) Menjaga stabilitas harga
c) Menambah Kesempatan Kerja
d) Menaikkan nilai ekspor

3) Instrumen Kebijakan Moneter
Instrumen Kebijakan Moneter terdiri atas tiga macam, yaitu operasi pasar terbuka, fasilitas diskonto dan rasio cadangan wajib. \

a) Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka adalah instrumen kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang beredar d1 masyarakat dengan menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah. Surat-surat berharga yang diperjualbelikan adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).

Pada saat jumlah uang yang beredar di masyarakat berlebihan, pemerintah akan menjual suyat-surat berharga kepada masyarakat umum. Hal ini akan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Sebaliknya, pada saat jumlah uang yang beredar di masyarakat kurang, pemerintah akan membeli kembali suratw surat berharga yang telah dijual kepada masyarakat. Hal ini diharapkan akan . menambah jumlah uang yang beredar dimasyarakat.

b) Fasilitas Diskonto Fasilitas diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah untuk bank-bank umum. Pada saat terjadi inflasi, tingkat suku bunga akan dinaikkan Untuk menarik minat masyarakat untuk menabung, sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Sebaliknya, pemerintah dalam hal ini bank sentral akan menurunkan tingkat suku bunga apabila jumlah uang yang beredar sedikit.

Gambar 4.4 : Ilustrasi Fasilitas Diskonto

c) Rasio Cadangan Wajib

Rasio cadangan wajib adalah instrumen kebijakan moneter yang berhubungan dengan cadangan kas atau giro wajib minimum. Pada saat terjadi infla‘zatau jumlah uang yang beredar banyak, bank sentral akan menaikkan cadangan kas minimum sehingga uang yang beredar clapat dikurangi. Sementara itu, pada saat uang yang, beredar kurang, bank sentral akan menurunkan cadangan kas minimumnya.

b. Kebijakan Fiskal

1) Pengertian dan Fungsi Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakap pemerintah untuk mgngatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan flskal memiliki tiga fungsi, yaitu fungSi alokasi, stabilisasi, dan distribusi.

a) Fungsi A/okasi

Fungsi alokasi artinya pengalokasian sumber-sumber daya ekonomi nasional bertujuan untuk menghasilkan barangbarang yang sifatnya umum dan privat. Barang-barang yang sifatnya umum akan diproduksi oleh negara, sedangkan barang yang sifatnya privat akan diproduksi oleh pihak swasta sehingga tercipta eflsiensi perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

b) Fungsi Stabilisasi

Kebijakan fnskal befungsi untuk menciptakan kondisi perekonomian yang stabil. Kondisi perekonomian yang stabil adalah terciptanya pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun, stabilnya harga, tersedianya lapangan kerja, serta seimbangnya neraca pembayaran dan perdagangan.

c) Fungsi Distribusi

Kebijakan fiskal berfungsi ‘ untuk mencapai pemerataan hasil pembangunan secara adil. Pendistribusian pembangunan secara adil dan merata ini tercapai karena adanya pungutan pajak. Dari penerimaan pajak akan digunakan untuk memberikan subsidi barang-barang kebutuhan sehari-hari. Déngan adanya subsidi tersebut, akan meningkatkan pemerataan hasil pembangunan.

2) Tujuan Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal memiliki tujuan sebagai berikut

a) Meningkatkah pendapatan nasional (PDB) dan pertumbuhan ekonomi atau memperbaiki keadaan ekonomi.
b) Memperluas lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.
c) Menstabilkan harga-harga secara umum untuk mengatasi inflasi.

3) Instrumen Ketiijakan Fiskal

Kebijakan fiskal memiliki dua instrumen, yaitu pengeluaran pemerintah dan pajak.
Pengeluaran pemerintah dapat digunakan untuk menjaga kestabilan perekonomian. Caranya adalah dengan mengurangi pengeluaran pemerintah. Dengan mengurangi pengeluaran pemerintah, jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang hingga
inflasi akan dapat ditekan dan kondisi perekonomian dapat stabil.

b) Pajak
Pajak dapat digunakan sebagai alat untuk menstabilkan kondisi perekonomian. Caranya dengan menaikkan tarif pajak tertentu, seperti PPNBM dan pajak penghasilan untuk orang-orang yang berpenghasilan tinggi.

4) Jenis-jenis Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal terdiri atas dua jenis, yaitu kebijakan fiskél ekspansif dan kebijakan fiskal kontraktif. Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan dengan menaikkan belanja pemerintah dan menurunkan tingkat Kebijakan flskal kontraktif dilakukan dengan menurunkan belanja pemerintah dan menaikkan tarif pajak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
Buka Chat
Perlu Penjelasan?
Hallo Siswa/i SMAN 1 Sinaboi?
Apa yg bisa kami Bantu ?