11

BAB I
PENDAPATAN NASIONAL

1. Pengertian, Manfaat, dan Perhitungan Pendapatan Nasional

a. Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah nilai selumh barang dun jasa yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan nasional dinyatakan dalam satuan uang.
Pendapatan nasional disebut pula dengar GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Pendapatan Domestik Bruto).

Orang pertama yang berusaha menghitung pendapatan nasional negaranya’ adalah Sir William Petty dari Inggris. Ia menghitung pendapatan nasional negaranya pada tahun 1665.

B. Manfaat Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional yang dihitung memiliki manfaat sebagai berikut.

1) Untuk mengetahui tingkat Kemakmuran suatu negara.
2) Untuk mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
3) Untuk mengukur pgrubahan perekonomian dari waktu ke waktu.
4) Untuk membandingkan kinerja ekonomi antarsektor.
5) Sebagal indikator kualitas hidup masyarakat suatu negara.
6) Sebagai indikator perbandingan kmerja ekonomi antar negara.
7) Sebagai Indikator perbandingan kualitas standar hidup satu negara dengan negara lainnya
8) Sebagai Ukuran dan perbandingan pertumbuhan Ekonomi dari waktu ke waktu
9) Sebagai Ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antar negara

c. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan pendapatan, caranya dengan menjumlahkan seluruh pendapatan dari faktor produksi yang memberikan kontribusi dalam proses produksi. Pendapatan dari faktor produksi adalah sewa, bunga, laba, dan upah.

Berikut ini rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan Pendapatan.

Y = w + r + i + p

Y = Pendapatan Nasional
w = wage (upah atau gaji) yaitu pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi tenaga kerja
r = rent (sewa) Yaitu pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi tanah, gedung, dan aset tetap lainnya seperti mesin
i = interest (bunga) yaitu pendapatan yang diperoleh oleh pemilik faktor produksi modal.
p = Profit (laba) yaitu pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi kewirausahaan.

2) Pendekatan Produksi Perhitungan Pendapatan Nasional

Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dilakukan dengan cara menjumlahkan nilai tambah pada seluruh sektor produksi dalam perekonomian. Komponen pendapatan nasional pada pendekatan produksi terdiri atas beberapa sektor berikut.

a) Sektor primer, meliputi pertanian, peternakan,, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan penggalian.
b) Sektor sekunder, meliputi industri pengolahan, listrik, air, gas, serta bangunan.
c) Sektor tersier, meliputi perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, telekomunikasi, serta jasa lain-lain.

Rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah sebagai berikut.

Y = (P1 x Q1 ) + ( P2 x Q2 ) + ……+ ( Pn x Qn )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
Buka Chat
Perlu Penjelasan?
Hallo Siswa/i SMAN 1 Sinaboi?
Apa yg bisa kami Bantu ?